Kegiatan gotong royong perbaikan Jembatan Klecung–Bebali, Sabtu (28/2). (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Jembatan Klecung–Bebali yang menghubungkan Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, dengan Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, kembali rusak akibat tergerus arus Sungai Yeh Uun. Kerusakan terakhir terjadi Jumat (27/2) lalu setelah hujan deras mengguyur wilayah Tabanan beberapa hari berturut-turut.

Jembatan sepanjang kurang lebih 50 meter itu mengalami pengikisan cukup parah di bagian bawah konstruksi. Akibat material fondasi terkikis arus sungai, terdapat lubang sedalam sekitar 1 meter. Jika dilihat dari atas permukaan, kerusakan memang terlihat kecil, namun di bagian bawahnya sudah tergerus cukup luas dan membahayakan bagi masyarakat yang melintas.

Baca juga:  Kondisi Terminal Manuver Memprihatinkan, Banyak Lubang di Areal Parkir

Perbekel Desa Tegalmengkeb, Dewa Made Widarma saat dikonfirmasi, Senin (2/3), mengatakan, akibat kerusakan tersebut, akses kendaraan roda empat sempat lumpuh selama dua hari. Perbaikan sementara bahkan sudah dilakukan secara swadaya oleh masyarakat bersama aparat TNI dan Polri, dengan material sumbangan warga agar jalur bisa segera dilalui kembali.

Menurut Widarma, sejak dibangun, jembatan tersebut sudah empat kali mengalami kerusakan serupa. Bahkan pada salah satu kejadian sebelumnya, akses sempat terputus hingga 1 bulan. Kondisi itu membuat jembatan dinilai sangat rentan jebol, terutama saat debit sungai meningkat.

Baca juga:  Bersurat ke KLH, Pemkab Badung Dapat Toleransi Buang Sampah ke TPA Suwung

“Usulan perbaikan permanen sudah berulang kali kami ajukan ke Pemkab Tabanan maupun Pemprov Bali. Kurang lebih sudah 15 kali diusulkan. Harapan masyarakat tentu ada penanganan permanen agar tidak terus tambal sulam,” tegasnya.

Jembatan dengan lebar sekitar 4 meter itu memiliki fungsi penghubung 2 desa, selain juga sebagai jalur alternatif di wilayah selatan Tabanan saat jalur utama terganggu. Bahkan jalur tersebut bisa tembus menuju wilayah Jembrana.

Baca juga:  Sering Rusak dan Rawan Kecelakaan Makan Korban Jiwa, Sambungan Jembatan di Abiantuwung Dikeluhkan

Atas kondisi saat ini, masyarakat diimbau berhati-hati saat melintas, terutama saat hujan deras. Kendaraan tidak bisa berpapasan karena lebar jembatan terbatas. Widarma juga mengatakan, pernah terjadi insiden warga hanyut terseret arus sungai hingga meninggal dunia.

Warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan permanen demi menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat yang menggantungkan aktivitas pada jalur tersebut. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN