
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar memastikan akan segera merelokasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Buahan yang terletak di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan. Langkah ini diambil menyusul kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat serta pertimbangan faktor keamanan siswa akibat meningkatnya arus lalu lintas di sekitar lokasi sekolah tersebut saat ini.
Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, I Wayan Mawa, Minggu (15/3), mengatakan, SDN 5 Buahan yang dibangun pada tahun 1982 tersebut rencananya akan diratakan dengan tanah. Sebagai gantinya, pemerintah akan membangun gedung baru di lokasi yang lebih representatif, namun tetap berada di kawasan Banjar Susut.
Kerusakan pada SDN 5 Buahan dilaporkan sudah sangat parah. Sebagian besar fondasi utama bangunan telah keropos dimakan usia, sehingga perbaikan parsial dianggap tidak lagi memadai. Selain masalah fisik bangunan, letak sekolah yang berada tepat di pinggir jalan utama kini dinilai tidak layak dan membahayakan siswa.
Peningkatan aktivitas kendaraan warga dan wisatawan seiring menjamurnya akomodasi pariwisata seperti hotel dan penginapan di wilayah tersebut membuat kebisingan dan risiko kecelakaan menjadi perhatian serius. Mawa menyatakan bahwa Pemkab Gianyar telah menetapkan lokasi baru yang lebih tenang dan aman bagi proses belajar mengajar.
”Lokasi barunya masih di Banjar Susut, tapi letaknya berada di selatan banjar, kira-kira 500 meter dari sekolah yang lama. Untuk tahapan teknisnya, saat ini sedang ditangani oleh bidang sarana dan prasarana (sarpras),” ujarnya.
Relokasi ini disambut positif oleh masyarakat setempat. Kelian Banjar Susut, I Wayan Sudiantara mengungkapkan bahwa pemindahan sekolah ini sebenarnya sudah lama menjadi aspirasi warga yang disampaikan melalui musyawarah dusun (musdus), musdes, hingga muscam Payangan. Meski menyambut baik, warga menaruh harapan besar agar rencana kali ini benar-benar terealisasi tanpa penundaan lagi.
“Kami harap pemindahan ini benar-benar diwujudkan oleh Pemkab Gianyar. Pasalnya, sebelumnya kami sempat diberi harapan palsu (PHP), sekolah dinyatakan pindah namun tidak pernah terlaksana,” tegas Sudiantara.
Jika relokasi berhasil dilakukan, warga berencana memanfaatkan lahan eks SDN 5 Buahan untuk fasilitas umum yang sangat dibutuhkan, seperti pembangunan wantilan sebagai pusat kegiatan adat dan pertemuan warga, menjadi lokasi pembuatan ogoh-ogoh, dan kegiatan kepemudaan lainnya yang selama ini tidak memiliki tempat representatif.
Relokasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa di Desa Buahan, tetapi juga memberikan ruang baru bagi pengembangan infrastruktur sosial bagi masyarakat Banjar Susut. (Wirnaya/balipost)










