
DENPASAR, BALIPOST.com – Penilaian ogoh-ogoh di Denpasar, dalam pelaksanaan Kesanga Festival (Kesanga Fest) akan mulai digelar 23 Februari nanti. Penilaian akan berlangsung 3 hari hingga 26 Februari. Saat ini, persiapan Kesanga Fest Kota Denpasar 2026 sudah memasuki tahap akhir.
Menurut Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana, Kamis (19/2), akan ada 223 peserta dari Sekaa Truna se-Kota Denpasar dipastikan mengikuti lomba ogoh-ogoh tahun ini. Dari jumlah tersebut akan dipilih 16 terbaik yang nantinya tampil dalam pawai sekaligus pameran pada puncak Kasanga Fest di kawasan Puputan Badung pada 6 hingga 8 Maret nanti.
Adapun rute penilaian ogoh-ogoh dimulai dari wilayah Denpasar Timur, Denpasar Selatan, Denpasar Barat, hingga Denpasar Utara. Dari 223 peserta tersebut di Kecamatan Denpasar Timur diikuti sebanyak 67 peserta, Denpasar Selatan 56 peserta, Denpasar Barat 52 peserta dan Denpasar Utara 48 peserta. “Persiapan secara teknis sudah sangat matang. Sekarang tinggal realisasi di lapangan. Tim juri akan turun langsung ke banjar untuk melakukan penjaringan dan menentukan 16 nominasi terbaik,” ujarnya.
Angga menjelaskan, mekanisme penilaian tahun ini mengalami sedikit penyesuaian. Jika sebelumnya terdapat ogoh-ogoh yang diangkat saat proses seleksi awal, pada tahun ini penilaian difokuskan pada karya di banjar, sementara performa utama akan dilaksanakan di kawasan Catur Muka saat Kasanga Festival berlangsung.
Empat orang juri dilibatkan dalam proses penilaian, yang berasal dari kalangan praktisi ogoh-ogoh, budayawan, serta akademisi filsafat guna memperkuat penilaian dari sisi estetika, budaya, dan filosofi karya.
Kasanga Fest 2026 mengangkat tema ‘Jala Sidhi Shuvita’ yang bermakna memuliakan air untuk kesejahteraan bersama. Tema tersebut diangkat sebagai refleksi atas pentingnya kesadaran menjaga lingkungan, khususnya sumber air dan sungai, agar masyarakat lebih memahami hubungan sebab-akibat dari perilaku terhadap alam. “Melalui tema ini kami ingin mengajak generasi muda lebih sadar menjaga lingkungan. Jika memahami dampaknya, tentu tidak akan lagi membuang sampah ke sungai,” kata Angga.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara mengatakan, dalam Kesanga Festival nanti akan dipilih 6 terbaik dari 16 ogoh-ogoh yang masuk nominasi. Pemkot Denpasar menyiapkan total hadiah Rp165 juta bagi para pemenang.”Juara I kami beri hadiah Rp50 juta, juara II Rp40 juta dan juara II Rp30 juta. Sementara untuk harapan I Rp20 juta, harapan II Rp15 juta dan harapan III Rp10 juta,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot Denpasar juga memberikan dana keuangan khusus (BKK) kepada 376 sekaa teruna dengan anggaran Rp7.520.000.000. Masing-masing sekaa teruna mendapatkan Rp20 juta dengan syarat pencairan yakni membuat proposal rencana belanja yang telah diajukan pada Oktober 2025 lalu. Dana BKK tersebut dapat digunakan untuk kegiatan mencakup parhyangan, pawongan dan palemahan, termasuk membuat ogoh-ogoh. (Widiastuti/balipost)










