Personel Polsek Dentim menyambangi sekaa teruna yang sedang membuat ogoh-ogoh. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perayaan Pangerupukan yang merupakan rangkaian perayaan Nyepi makin dekat. Para sekaa teruna pun mempercepat proses pembuatan ogoh-ogoh yang akan diarak saat Pangerupukan.

Untuk di wilayah Kecamatan Denpasar Timur (Dentim) sampai saat ini tercatat ada 170 ogoh-ogoh yang akan mengikuti pawai. Polsek Dentim telah melakukan berbagai upaya mengantisipasi terjadinya gesekan yang bisa mencederai makna Pangerupukan tersebut.

Kapolsek Dentim, Kompol Ketut Tomiyasa, Rabu (18/2), mengatakan, dari 170 buah ogoh-ogoh tersebut terdiri dari 94 ukuran besar dan 76 kecil. Sedangkan parade ogoh-ogoh dilaksanakan di wilayah desa adat masing-masing.

Seperti parade ogoh-ogoh Desa Adat Tanjung Bungkak titik kumpul di pertigaan Jalan Merdeka-Jalan Hayam Wuruk menuju wilayah Desa Adat Tanjung Bungkak. Ada juga parade ogoh-ogoh dilaksanakan di Jalan Cok Agung Tresna, tepatnya depan Pura Dalem Yangbatu.

Baca juga:  Di Jembrana, Polres Kerahkan 582 Personil untuk Amankan Nyepi

Sementara, Desa Kesiman Kertalangu melaksanakan lomba parade ogoh-ogoh dengan titik kumpul di catus pata yakni traffic light (TL) Tohpati. Lomba ogoh-ogoh di Desa Kesiman Petilan ada dua kategori yakni ogoh-ogoh banjar se-Desa Kesiman Petilan bertempat di catus pata yaitu TL Jalan Noja-Jalan Gatot Subroto Timur, sedangkan lomba ogoh ogoh anak-anak bertempat di depan Banjar Kedaton, Jalan Supratman.

“Kami dari Polsek Dentim sudah melaksanakan mapping terhadap jumlah ogoh-ogoh, walaupun kemungkinan masih ada penambahan. Bhabinkamtibmas kami maupun anggota Unit Patroli terus melakukan sambang ke beberapa banjar yang sedang membuat pembuatan ogoh-ogoh,” ujarnya.

Baca juga:  Terobos Lampu Merah, Bus Tabrak Pengendara Motor

Setiap mengunjungi sekaa teruna yang sedang membuat ogoh-ogoh, petugas menyampaikan pesan-pesan terkait keamanan agar jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan momen ini untuk melakukan aksi pengerusakan dan pembakaran.

Oleh karena itu, ogoh-ogoh harus betul-betul dijaga dan diharapkan di banjar terpasang CCTV. “Hal-hal lain juga kita tekankan terkait ketertiban dalam proses pembuatan (ogoh-ogoh), jangan sampai mengganggu ketertiban lingkungan. Misalnya mutar musik saat malam dan suaranya terlalu kencang sehingga mengganggu lingkungan,” tegas Kompol Tomiyasa.

Baca juga:  Governor Obliges Drivers to Have Bali ID Card for Online Taxi

Tidak kalah penting, tidak minum minuman keras saat membuat dan mengarak ogoh-ogoh. Pihaknya juga mengingatkan keamanan terkait curanmor, diimbau saat mengerjakan ogoh-ogoh di balai banjar, jangan parkir sembarangan atau tidak terpantau dengan baik. Hal itu berpotensi terjadinya aksi curanmor. Terkait aturan saat pengarakan ogoh, untuk sementara masih mengacu pada aturan tahun lalu yang melarang menggunakan sound system.

“Semua tempat punya potensi (gesekan), tapi kami kelola lebih awal dan semoga dalam pelaksanaan seluruh rangkaian saat Pangerupukan berjalan aman serta lancar,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN