Tim juri menilai salah satu ogoh-ogoh yang ikut dalam lomba ogoh-ogoh di Denpasar tahun lalu. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com –  Ogoh-ogoh sebagai karya seni yang identik dengan perayaan Hari Raya Nyepi, ternyata dapat menjadi produk yang “diekspor” ke luar negeri. Seperti pesanan yang khusus datang dari negeri kanguru Australia dan dikerjakan oleh sanggar “Gases Bali”.

Dikutip dari Antara, Indra Wirawan perajin karya seni “Ogoh-ogoh” di kawasan Sesetan Denpasar Bali ini mengaku pesanan dari Australia datang dari komunitas Hindu yang ada di sana. “Yang dari Australia itu pesanan komunitas Hindu disana. Kami mendesain Ogoh-ogoh (seni patung berkepribadian Bhuta Kala) yang dapat dibongkar pasang, agar mudah dikirim ke Australia,” ujar Indra Wirawan, di Denpasar, Senin (12/3).

Baca juga:  Ini, Penyumbang Terbanyak Kasus COVID-19 Juga Tambahan Harian Pasien Sembuh

Untuk harga, disebutkan berkisar diangka Rp 75 juta diluar ongkos kirim. Selain ke Australia, Indra Wirawan mengatakan pesanan Ogoh-ogoh yang juga dipasarkan secara daring/online tersebut juga berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti dari Jakarta, Surabaya, dan Kalimantan.

Untuk menjaga kualitas, tidak seluruh pesanan diterima, “Kalau dulu, setiap ada pesanan masuk selalu kami layani. Tapi sekarang kami mencoba menyesuaikan dengan jumlah pesanan yang masuk dengan kemampuan pengerjaan kami untuk menjaga kualitas Ogoh-ogoh,” ujarnya.

Baca juga:  Australia pledges to stop exporting its trash

Saat ini sanggar Gases dibantu dengan 20 pekerja sejak akhir tahun lalu dan telah mengerjakan sekitar 175 buah Ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk dan ukuran. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *