
DENPASAR, BALIPOST.com – Uji coba Pelabuhan Mertasari, Sanur, Denpasar, yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Rabu (18/2) hari ini, ditunda. Penundaan lantaran masih menunggu kesiapan area serta izin dari KSOP.
Demikian diungkapkan Dirut Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS) Kota Denpasar, I Nyoman Putrawan. “Hari ini kita tunda dulu, mengingat pekerjaan persiapan area sedang berlangsung, sembari menunggu izin KSOP. Nanti kami reschedule kembali bersama Dishub dan badan usaha pengelolanya,” kata Putrawan.
Rencananya, pelabuhan yang berada di timur Muntig Siokan ini akan dijadikan sebagai alternatif layanan penyeberangan laut. Selain itu, untuk mengatasi kemacetan di kawasan Sanur utamanya Pelabuhan Sanur (Matahari Terbit) yang cukup dipadati penumpang.
Putrawan mengakui bahwa pihaknya telah melakukan proses koordinasi, termasuk dengan Desa Adat Intaran yang tergabung dalam PT Pengelola Mertasari Bersama, sebagai pihak pengelola pelabuhan. Rapat dengan jajaran Desa Adat Intaran juga sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, berdasarkan data dari Desa Adat Intaran, terdapat sekitar 60 pengusaha fast boat yang tergabung dalam asosiasi pengusaha fast boat Intaran. Para pengusaha ini sudah siap memanfaatkan fasilitas Pelabuhan Mertasari.
“Uji cobanya nanti difokuskan dulu untuk pelaku usaha lokal. Nantinya akan dikembangkan secara bertahap dengan melibatkan pihak lain, termasuk asosiasi dan operator di luar Sanur, sambil menunggu seluruh regulasi benar-benar lengkap,” katanya.
Keberadaan Pelabuhan Mertasari ini diharapkan menjadi alternatif layanan penyeberangan bagi masyarakat sekaligus membantu mengalihkan kepadatan aktivitas transportasi laut yang selama ini terpusat di kawasan utara.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan memaparkan, pengoperasian Pelabuhan Mertasari sejalan dengan upaya menekan kemacetan lalu lintas, khususnya di jalur bypass menuju Sanur yang selama ini padat akibat pergerakan wisatawan ke Nusa Lembongan dan Nusa Penida. Terlebih kawasan Pantai Mertasari merupakan lokasi yang sangat ideal sebagai kantong parkir dan titik penyeberangan.
“Ini akan mengurangi beban parkir di kawasan wisata Sanur, terutama di Jalan Danau Tamblingan, sekaligus mengintegrasikan transportasi darat dan laut,” paparnya.
Sriawan juga menekankan, kawasan Sanur hingga Serangan telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Pengembangan Pelabuhan Mertasari diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM serta peran aktif desa adat. (Widiastuti/bisnisbali)










