Pengecekan kondisi kendaraan dinas Satlantas Polres Badung yang dilakukan di halaman Mapolres Badung, Kecamatan Mengwi. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung akan berakhir pada 15 Februari 2026. Selama berlangsungnya operasi tersebut, Polres Badung melaksanakan kegiatan hunting system dan menyasar pelanggar lalu lintas secara kasat mata. Sejak dilakukannya operasi ini, jumlah pelanggaran yang dilakukan pengendara tergolong menurun.

Hal ini disampaikan Kasatlantas Polres Badung AKP Ni Luh Tiviasih, Kamis (12/2). “Hasil kegiatan hunting system yang kami lakukan, masyarakat mulai tertib, terutama mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor. Memang masih ada belum tertib tapi jumlahnya sedikit,” tegasnya.

Baca juga:  Kasus Ditangani Polresta 2025, Rudapaksa hingga Pembunuhan Meningkat 1,65 Persen

Selain itu, menurut mantan Kanit Laka Polresta Denpasar ini, jumlah kasus lakalantas juga menurun. Ia berharap kesadaran pengendara untuk tertib berlalu lintas dapat meningkat. Pihaknya juga akan terus berupaya menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas sehingga jumlah pelanggaran dan lakalantas bisa ditekan.

“Penindakan juga dilakukan berdasarkan ETLE. Namun saat ini hanya satu titik ETLE yang berfungsi. Di wilayah hukum Polres Badung ada tiga titik ETLE,” ungkapnya.

Baca juga:  Operasi Keselamatan Agung di Simpang Uma Anyar, Sejumlah Pelanggar Ditegur

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat bertugas, AKP Tiviasih menyampaikan, pengecekan kondisi kendaraan dinas rutin dilakukan oleh Bagian Logistik Polres Badung. Pengecekan dilakukan tiap tahun. Tujuannya agar kondisi kendaraan layak saat melakukan tugas, terutama kendaraan dinas satlantas yang mobilitasnya tinggi.

“Pemeriksaan dilakukan bertahap. Hari ini khusus kendaraan Satlantas. Pemeriksaan baik terhadap kondisi dan surat-surat kendaraan dinas,” katanya. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Dealer Honda Daya Motor Tabanan Lakukan CSR di Pura Dalem Adat Sanggulan
BAGIKAN