BNNK Klungkung menyampaikan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkotika di sekolah, Senin (19/1). (BP/istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Belakangan beraneka ragam modus peredaran narkotika. Bahkan sedikitnya 128 narkotika jenis baru sudah beredar di Indonesia. Narkotika jenis baru ini bisa dikemas dalam bentuk makanan, minuman dan rokok. Guna menekan dan memberikan informasi atau edukasi kepada masyarakat khususnya generasi muda penerus pembangunan bangsa, BNNK Kabupaten Klungkung gencar melakukukan sosialisasi, edukasi, penyuluhan tentang bahaya narkotika ke masing-masing sekolah baik tingkat SMP, SMA/SMK di Kabupaten Klungkung.

Kepala BNN Kabupaten Klungkung, I Komang Setiawan, S.E.,M.Si, Senin (19/1) mengatakan, peredaran narkotika belakangan ini sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, BNNK Klungkung terus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat khusunya anak muda, pelajar. Salah satunya BNNK Klungkung melakukan kegiatan apel bareng BNN ke sekolah (BNN Goes to School) sebagai pembina upacara yang rutin dilaksanakan setiap Senin ke sekolah mulai dari SD-SMA/SMK.

Baca juga:  Sales Marketing Dihukum 9 Tahun

Dihadapan para siswa Kepala BNNK Klungkung menyampaikan tentang bahaya narkotika.Kepala BNNK Klungkung mengaku hingga kini pihaknya melaksanakan BNN Goes to School capai 121 sekolah selama tahun 2025 hingga awal tahun 2026.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi anak sedini mungkin tentang bahaya narkoba apabila anak telah dipupuk sedari kecil maka akan lebih tertanam pada dirinya saat dewasa akan kesadaran untuk menjauhi narkoba,” kata Kepala BNNK Klungkung.

Baca juga:  Ibunda Cok Ace Meninggal Dunia di Usia ke-95

Ditambahkan modus terbaru penggunaan narkoba yaitu menyamarkan narkotika melalui liquid vape yang terungkap saat operasi pengamanan Nataru di Bandara Internasional Soekarno Hatta belum lama ini. Selain itu produsen liquid vape narkoba ini juga sudah ditangkap oleh BNN di laboratorium pembuatan vape ilegal di Jakarta Utara. Syukur di Kabupaten Klungkung masih aman dari modus ini, namun Kepala BNNK menegaskan agar tetap berhati-hati dan membeli liquid vape dengan pita cukai.

Baca juga:  Oknum Karyawan PDAM Klungkung Diduga Nyabu di Kantor

Menurut survei BNN, data prevalensi yaitu 95,65% penyalahgunaan narkoba di Indonesia cenderung didapat dari orang yang dikenal bukan dari orang yang tidak dikenal. Sehingga anak muda belum kena narkotika tidak menyadarinya. Maka dari itu masyrakat perlu mengenali dan mengetahui apa yang konsumsi agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.(Yuliantara/balipost)

BAGIKAN