Ruang isolasi sebagai bentuk antisipasi di RS Tabanan, meski hingga kini belum ditemukan kasus di Tabanan. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Rumah sakit di Kabupaten Tabanan menyatakan siap mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus super flu. Meski sampai saat ini belum ada kasus yang ditemukan, sejumlah fasilitas telah disiapkan, termasuk ruang isolasi dan tenaga kesehatan.

Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu RSUD Tabanan, I Gusti Ngurah Bagus Juniada, mengatakan RSUD Tabanan memiliki enam bed ruang isolasi yang bisa digunakan untuk pasien dengan indikasi penyakit menular. “Ruang isolasi sudah tersedia. Super flu ini gejalanya tidak seberat Covid-19 dan penanganannya masih seperti flu biasa,” ujarnya, Rabu (14/1).

Baca juga:  Uji Sample di Pasar Kereneng, BBPOM Temukan 6 Produk Mengandung Bahan Berbahaya

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada edaran atau petunjuk teknis khusus dari Dinas Kesehatan terkait penanganan super flu. Pemeriksaan laboratorium baru dilakukan jika gejala flu dinilai mencurigakan.

Menurutnya, kelompok yang rentan terpapar super flu adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta orang dengan daya tahan tubuh rendah. Meski demikian, pihak rumah sakit tetap siaga.

“Intinya kami siap. Yang terpenting masyarakat menjaga kebersihan diri dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Baca juga:  Produsen Tak Tangani Sampah Plastik Akan Dituntut Ganti Rugi

Kesiapan serupa juga disampaikan Direktur RS Singasana, I Wayan Dodi Setiawan. Ia menyebut khusus untuk antisipasi di RS Singasana juga telah tersedia 11 bed ruang isolasi sesuai ketentuan. “Ruang isolasi saat ini masih kosong. Jumlahnya mencukupi, namun jika kasus meningkat tentu akan dilakukan pengaturan ulang, Astungkara semoga tidak sampai ada kasus di Tabanan,” harapnya.

Ia menambahkan, ruang isolasi hanya digunakan untuk pasien yang berpotensi menularkan penyakit. Rumah sakit juga menerapkan kewaspadaan standar sesuai SOP, termasuk pencegahan infeksi yang menular melalui udara. Mereka menyebut hingga kini belum ada bukti super flu lebih berbahaya dibandingkan flu biasa. Gejalanya umumnya berupa demam, batuk pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, serta lemas. Perbedaannya, penyebaran virus disebut lebih cepat.

Baca juga:  Minimalkan Dampak Bencana, Indonesia Tawarkan Konsep Resiliensi Berkelanjutan di GPDRR

Terkait hal ini masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada dengan cara mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat sakit atau berada di keramaian, menutup mulut saat batuk atau bersin, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila gejala memburuk. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN