Kondisi rumah warga yang jebol dihantam tanah longsor. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bangli pada Senin (12/1) sore mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Desa Songan A, Kintamani. Material longsor dilaporkan menerjang rumah salah satu warga hingga mengakibatkan kerusakan.

Peristiwa tersebut menimpa rumah I Made Gunawan di Banjar Dinas Ngalaan, Desa Songan A. Tembok rumah korban jebol lantaran tidak kuat menahan hantaman material tanah longsor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Baca juga:  Tagih Tunggakan di Karangasem, UPTD Pajak Lakukan Beragam Inovasi

Kepala Pelaksana BPBD Damkar Bangli, I Wayan Wardana, Selasa (13/1), mengatakan, kejadian tersebut telah mendapat penanganan. Pihaknya bersama Dinas Sosial dan PMI telah menyalurkan bantuan darurat berupa paket sandang dan pangan kepada korban.

Selain di Songan, tanah longsor juga terjadi di ruas jalan Kintamani-Culali hingga mengakibatkan sebagian badan jalan tidak bisa dilalui kendaraan. “Telah dilakukan penanganan terhadap material longsoran oleh tim gabungan dari Dinas PU berupa alat berat, Polsek Kintamani, Koramil Kintamani, Kecamatan Kintamani, dan PLN Bangli,” terangnya.

Baca juga:  KPU Bali Bahas Gugatan Pilpres ke Pusat

Selain longsor, BPBD Bangli juga menerima laporan kejadian pohon tumbang di wilayah hutan/ruas jalan alternatif di Banjar Dinas Wanagiri, Desa Kintamani. Kejadian tersebut juga telah mendapat penanganan oleh tim gabungan.

Wardana menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas kesigapan seluruh unsur terkait dalam menangani dampak bencana yang terjadi di awal tahun ini. Kerja sama lintas instansi membuat evakuasi material longsor dan pohon tumbang dapat diselesaikan dengan cepat.

Baca juga:  Fenomena Colek Pamor, Apa Sih Maknanya?

Masyarakat pun diimbau tetap waspada mengingat peringatan dini BMKG terkait potensi hujan lebat yang diprediksi masih akan terjadi di wilayah Bangli. “Oleh BMKG, situasi ini diprediksi masih akan berlangsung sampai besok dan tidak menutup kemungkinan akan berpotensi masih terjadi dalam sepekan kedepan,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN