Kondisi di TPA Mandung kembali normal. Alur pembuangan dan pengangkuta mulai terkendali. (BP/istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Volume sampah di Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan signifikan pascaperayaan Galungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan mencatat kenaikan mencapai sekitar 30 persen atau setara 30–40 ton penambahan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, Jumat (21/11), mengatakan, lonjakan sampah terjadi sejak H-1 hingga H+2 Galungan. Sampah didominasi sisa upakara dan rumah tangga dari seluruh wilayah jangkauan layanan pengangkutan.

Baca juga:  BPOM dan Polisi Sita 173 Ribu OOT Ilegal Senilai Rp200 Juta di Bali

“Peningkatan volume ini memang selalu terjadi setiap perayaan hari raya besar. Tahun ini naik sekitar 30 persen dari kondisi normal,” ujarnya.

Meski terjadi lonjakan, Ekayana memastikan pelayanan pengangkutan tetap berjalan baik. Tidak ada penambahan petugas, baik sopir maupun tenaga kebersihan. Seluruh pekerjaan ditangani dengan sumber daya yang ada.

“Kami tidak menambah personel. Petugas tetap bekerja seperti biasa, hanya volumenya yang meningkat,” jelasnya.

Baca juga:  Kembangkan Maggot di Lahan 2 Are, Warga Kepaon Olah Sampah Organik hingga 100 Kilo per Hari

Ia menambahkan, memasuki hari ini, kondisi di TPA Mandung juga sudah mulai kembali normal. Alur pembuangan dan pengangkutan terkendali, tidak terjadi penumpukan yang berarti.

Ekayana menegaskan bahwa pola kenaikan volume sampah saat hari raya memang rutin terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, DLH terus melakukan pemantauan dan evaluasi, termasuk mengoptimalkan armada dan jadwal pengangkutan agar pelayanan tetap maksimal bagi masyarakat.

Baca juga:  TPID Badung Pantau Ketersediaan Sembako

“Yang terpenting, tidak ada gangguan pelayanan. Semua tertangani dengan baik,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN