Sebuah pohon besar ditebang dan di atasnya didirikan bangunan di areal Ayuterra Resort. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Musibah putusnya tali sling lift Ayuterra Resort yang menewaskan 5 karyawannya, Jumat (1/9/2023), menimbulkan tanda tanya, spekulasi, dan dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis. Terkait musibah ini, Ida Pandita Mpu Acarya Nanda dalam kunjungannya ke lokasi didampingi Kapolsek Ubud, Kompol Made Uder menyarankan agar pemilik resort membangun palinggih yang di atasnya tidak boleh ada bangunan.

Saat kunjungan, Ida Pandita bertemu pemilik resort, Linggawati Utomo. Dalam kesempatan itu, Ida Pandita menyampaikan bahwa di bawah resort itu terdapat dua pohon besar yang ditebang dan di atasnya terdapat bangunan beton. “Sebagai pengganti dua pohon itu dibuatkan palinggih dan di atasnya tidak boleh dibangun,” jelas Ida Pandita Mpu Acarya Nanda.

Baca juga:  Mediasi Kasus Tanah Pura Samuan Tiga "Deadlock"

Saran Ida Pandita ini sejalan dengan pernyataan seorang pemangku yang rekaman videonya beredar luas pascatewasnya 5 karyawan resort itu. Menurut Jero Mangku itu, ada dua pohon besar ditebang saat pembangunan resort.

Namun, sebelum ditebang, tidak ada upacara “matur piuning” (ritual pemberitahuan akan dilakukannya sebuah kegiatan menurut kepercayaan Hindu). Diduga makhluk halus yang menghuni kedua pohon marah karena penebangan dan minta tumbal sebagai penggantinya.

Baca juga:  Dari Waria Rusak Mobil di Kuta hingga Empat Pendaki Tersesat di Gunung Agung

Baca selengkapnya dimedia partner DENPOST.id

BAGIKAN