Bupati Bangli, I Made Gianyar saat mengecek kesiapan tempat karantina di Bangli. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Ruang karantina yang disediakan Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli untuk warga yang hasil rapid tesnya reaktif, telah penuh. Dari 30 tempat tidur yang disediakan, semuanya terisi. Direktur RSU Bangli dr. I Nyoman Arsana mengungkapkan hal itu saat ditemui Rabu (29/4).

Dia mengatakan, penambahan warga yang di karantina di RSU Bangli terjadi Rabu siang. Ia tidak menyebut secara detail dari mana saja asal warga yang kini menempati ruang karantina di RSU. “Ada yang PMI (pekerja migran Indonesia), ada yang tidak,” ujarnya.

Ketiga puluh warga yang saat ini di karantina di RSU Bangli, kata dr. Arsana kondisinya sehat. Tidak ada gejala sakit. Mereka akan menjalani karantina di RSU hingga hasil swabnya keluar. Dia mengatakan kebijakan penempatan warga yang hasil rapid testnya reaktif di RSU Bangli bersifat sementara. Jika hasil swabnya positif maka akan di rujuk ke rumah sakit rujukan pemerintah.

Dokter asal Desa Songan, Kintamani itu mengaku pihaknya di RSU Bangli tidak bisa lagi menambah ruang karantina. Karena harus merawat pasien lain. Jika ada tambahan warga yang hasil rapid testnya reaktif, maka pihaknya akan meminta bantuan ke pemerintah Provinsi Bali.

Baca juga:  Bali Alami Lonjakan Transmisi Lokal COVID-19, Harus Tahu! Ini Sebaran Daerahnya

Sementara di wawancara terpisah, Bupati Bangli I Made Gianyar selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangli mengatakan, ketersediaan tempat karantina di Bangli untuk warga yang hasil rapid testnya reaktif, terbatas. RSU Bangli kapasitasnya hanya 30 orang, gedung SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) di Kayuambua, Susut hanya 60 orang dan gedung Diklat RSJP Bali di Kelurahan Kawan hanya bisa menampung 100 orang.

Pihaknya saat ini masih mencari lokasi baru untuk tempat karantina bilamana terjadi lonjakan warga yang hasil rapid testnya positif. Sesuai rencana dalam waktu dekat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID -19 Kabupaten Bangli akan melaksanakan rapid tes masal di Desa Abuan. Ada sekitar 5 ribu warga di wilayah setempat yang akan di rapid test masal. Jika misalnya ada banyak warga yang hasil rapid testnya reaktif hingga ratusan atau ribuan orang, maka Bangli tentunya akan kekurangan tempat. Karenanya besar harapan Gianyar, Pemerintah Provinsi Bali dapat membantu jika hal itu sampai terjadi. (Dayu Rina/Balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.