Drs. I Ketut Suweca, M.Si. (BP/Mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kasus penyebaran Virus Corona (COVID-19) di Buleleng kembali bertambah. Sampai Jumat (14/8), Buleleng melaporkan tambahan sebanyak 4 kasus konfirmasi COVID-19. Temuan kasus baru ini menyebar di Kecamatan Buleleng, Kecamatan Sukasada, dan Kecamatan Sawan.

Anggota Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Buleleng Dr. Drs. I Ketut Suweca, M.Si. mengatakan, dari laporan tim medik di rumah sakit dan Dokter Penanggungjawab (DPJ) pasien menyebutkan, sebanyak 2 orang pasien terinfeksi Virus Corona berasal dari Kecamatan Buleleng. Selain itu, ada dua orang pasien lagi dinyatakan terkonfirmasi mengalami COVID-19. Keduanya itu masing-masing berasal dari Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Sawan. Menyusul tambahan pasien baru ini, maka Buleleng melaporkan total kasus konfirmasi sebanyak 224 orang. “Hari ini ada tambahan 4 kasus konfirmasi baru. Trend penyebaran maish terjadi, dan ini memerlukan kewaspadaan untuk kita semua untuk tetap disiplin menerakan protokol kesehatan,” katanya.

Baca juga:  Medungdung dan Ngutang Reged Tradisi Unik Sebelum Nyepi di Desa Nagasepaha

Di sisi lain Suweca mengatakan, di tengah penambahan kasus konfirmasi baru, gugus tugas juga menerima laporan pasien yang berhasil disembuhkan. Di hari yang sama sebanyak 3 orang pasien dinyatakan sembuh setelah menjalani tahapan treatment pengobatan di rumah sakit. Ketiga pasien yang sembuh dan diizinkan pulang itu berasal dari Kecamatan Buleleng. Dengan tambahan ini, maka sekarang pasien yang telah sembuh sebanyak 153 orang. Sementara semenjak Virus Corona merebak di Den Bukit, pasien yang gagal disembuhkan dan telah meninggal sebanyak 2 orang. Saat ini tim medik masih merawat 69 pasien konfirmasi yang menyebar di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan, RSUD Buleleng, beberapa rumah sakit suwasta, dan menjalani isolasi mandiri sebanyak 33 orang.

Baca juga:  Ini, Langkah Badung Cegah COVID-19

Di tempat terpisah, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan, menyusul kasus penyebaran COVID-19 yang belum mereda, gugus tugas tetap melakukan kordinasi dan komunikasi dengan intens. Trutama untuk dukungan perlengkapan penanganan pasien COVID-19. Selama, pemerintah pusat menyatakan status darurat kesehatan, pemerintah daerah tetap mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT). Pemanfaatan ini apakah untuk pengobatan pasien, atau pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) di ruumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes) lain. “Kalau persedian APD habis, kita akan beli lagi dan apapun itu sepanjang kebijakan darurat kesehatan masih berlaku, BTT akan kita realsiasikan untuk penanganan COVID-19,” katanya. (Mudiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.