Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga saat bagi-bagi sembako pada sopir trans serasi (angkutan siswa) Tabanan dan PMI di salah satu hotel di Tabanan. (BP/Bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Dalam penanganan COVID – 19, semua komponen masyarakat bergerak bersama baik dari pusat hingga daerah menggelontorkan dana untuk percepatan penanganan. Bahkan di Bali, desa adat pun juga ikut terlibat. Masing-masing komponen baik dari pemerintah pusat, propinsi, kabupaten, desa dinas sampai desa adat juga telah mengalokasikan dana penanganan COVID – 19 di wilayah masing-masing. Agar tidak sampai terjadi tumpang tindih, perlu kiranya penganggaran semua komponen ini harus disinergikan. Hal itu ditekankan oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga saat bagi-bagi sembako pada sopir trans serasi (angkutan siswa) Tabanan dan PMI di salah satu hotel di Tabanan. Tampak hadir pula dalam kegiatan kali ini Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan perwakilan dari yayasan ekalawya.

Politisi asal desa Sudimara inipun tentunya berharap agar wabah virus Corona cepat berlalu dan kondisi perekonomian di Bali khususnya di kabupaten Tabanan kembali menggeliat. Pihaknya juga meyakini semua upaya dan kebijakan juga telah dibuat oleh pemerintah daerah untuk bisa cepat menangani pandemi virus ini. Meski demikian ia tetap menghimbau agar dalam pengalokasian anggaran atau dana penanganan COVID – 19 tidak sampai terjadi tumpang tindih.

Baca juga:  Ditengarai, Masih Ada Hotel dan Restoran di Klungkung Laporkan Pajak Fiktif

“Harus bersinergi tepat guna, bagaimana dana yang ada di kabupaten, dana di desa maupun yang desa adat agar bersinergi, apalagi ada dana baik dari pemerintah pusat maupun propinsi, sehingga masyarakat yang terdampak benar benar bisa terbantu dan beban mereka bisa diringankan,”terangnya, Kamis (23/4).

Disamping itu, Dirga juga berpesan agar masyarakat Tabanan turut serta membantu pemerintah daerah dalam upaya percepatan penanganan wabah virus COVID – 19 ini dengan tetap mengikuti anjuran dari pemerintah baik itu wajib memakai masker saat bearda di luar rumah, rajin cuci tangan, menerapakan pola hidup bersih dan sehat serta penerapan social distancing. Lanjut dikatakan Dirga, bantuan sembako kali ini juga akan terus berlanjut sampai menyasar warga terdampak lainnya di tiap-tiap kecamatan. “Bantuan ini akan dikondisikan dengan para camat, sehingga bantuan untuk masyarakat yang terdampak bisa segera diberikan melalui kepala desa,”ucapnya.

Begitupun pihaknya juga meminta agar pemerintah daerah benar-benar memperhatikan pelayanan pada para pekerja migran asal Tabanan yang kini sedang menjalani masa karantina di sejumlah hotel di Tabanan. (Puspawati/Balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.