Sejumlah naker migran asal Denpasar menjalani karantina terpusat di rumah singgah. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih berlanjut. Setelah sebelumnya melalui Bandara Ngurah Rai, kini gelombang kepulangan lewat Pelabuhan Benoa, Kamis (16/4).

Dari 232 naker migran yang tiba menggunakan MV Voyager of the Sea, 16 orang berasal dari Kota Denpasar. Guna mengantisipasi potensi penyebaran COVID-19 di masyarakat, mereka yang baru datang ini langsung dikarantina di hotel yang dijadikan rumah singgah.

“Kami jemput dan antarkan ke lokasi yang telah ditetapkan Pemerintah di Denpasar,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Rabu (16/4).

Lebih lanjut dijelaskan, sesuai arahan Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra, PMI tidak diizinkan lagi melakukan karantina mandiri. Hal ini untuk mengurangi dampak penyebaran COVID-19.

Begitu mereka tiba, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan menjalani rapid test. Setelah itu dilakukan penjemputan untuk dibawa ke rumah singgah menjalani proses karantina.

Baca juga:  Ada Ratusan Naker Migran Asal Tabanan Pulang, Warga Diminta Jangan Mengucilkan

Dikatakan, PMI yang baru tiba ini langsung mengikuti pemeriksaan dan hasilnya negatif Corona. Karena itu, mereka dikarantina di tempat yang telah ditentukan. “Kalau mereka positif, langsung dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan COVID-19,” ujar Dewa Rai.

Selama 14 hari tersebut, pihak keluarga tidak diperbolehkan menjenguk dan hanya bisa berkomunikasi via telepon atau media sosial. Dalam masa karantina akan diawasi selama 24 jam oleh 3 tenaga medis dari RSUD Wangaya maupun Puskesmas. Termasuk juga dijaga oleh Satpol PP yang bekerjasama dengan pihak security hotel.

“Nanti setelah dilakukan tes dua kali dan hasilnya negatif dan dinyatakan sehat baru diizinkan pulang ke rumah masing-masing,” katanya. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.