Pecalang berjaga di akses pintu masuk Pantai Sindu yang diisi plang dan ditutup batang bambu, Sabtu (11/4). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejumlah akses masuk ke pantai yang ada di wilayah Sanur dibatasi, khususnya untuk rekreasi. Pantauan di lapangan, Sabtu (11/4), pembatasan akses masuk dilakukan dengan pemasangan plang dan bambu di sejumlah pintu masuk pantai.

Kondisi ini terjadi di Pantai Segara, Sindu Kaja dan lainnya. Pembatasan ini dilakukan untuk menekan penyebaran pandemi COVID-19 yang jumlahnya terus bertambah di Denpasar.

Salah seorang pecalang dari Desa Adat Intaran Sanur, yang ditemui saat melakukan patroli mengatakan penutupan akses ke pantai dimulai sejak pukul 07.00 WITA. Untuk mengawasi pembatasan yang dilakukan ini, pihak desa menerjunkan sekitar 39 orang pecalang, yang dibagi dalam tiga shif. “Penutupan ini sesuai surat edaran yang dimulai hari ini. Semua akses jalan setiap wilayah pantai di Sanur ini dibatasi,” terangnya.

Baca juga:  Dari 57 Kasus Positif COVID-19 di Denpasar, Tinggal Belasan Orang Masih Dirawat

Ditambahkannya, pembatasan yang dilakukan ini untuk mengurangi kunjungan warga dan wisatawan yang akan berekreasi ke pantai. Di Pantai Sindu, kunjungan tiap harinya bisa mencapai 300 orang.

Jadi untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19, dilakukan upaya pembatasan kunjungan dan aktivitas di pantai, seperti berenang dan memancing. Pembatasan ini akan terus dilakukan hingga kondisi Bali membaik. (Eka Adhiyasa/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.