Enam remaja belasan tahun diamankan aparat kepolisian karena diduga melakukan aksi lempar mobil di sejumlah TKP. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Enam bocah yang menjadi pelaku pelempar batu di By-Pass I.B. Mantra masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sukawati pada Selasa (10/3). Dalam pemeriksaan itu mereka diberikan banyak pembinaan.

Salah satu pelaku berinisial BM mengaku merasa hidup baru setelah rambutnya di rapikan oleh aparat kepolisian. Ia pun mengakui kesalahannya dan berjanji untuk tidak mengulangi kenakalan seperti ini. “Menyesal, saya berjanji tidak mengulangi lagi,” ucapnya ditemui di ruangan Kanit Reskrim Polsek Sukawati, Iptu IGN Jaya Winangun.

BM mengaku nekat melakukan aksi pelemparan batu pada sejumlah ruas jalan karena ajakan teman. Pertama kali ia melakukan aksi tersebut di seputaran Gatsu, Denpasar. “Pertamanya diajak, eh rasanya seru, lagi sekali yuk,” ujarnya bercerita saat mengajak temannya yang lain.

BM pun akhirnya mengulangi aksi serupa di seputaran Jalan Gatot Subroto dan di septuaran By-pass IB Mantra. Aksi ini telah merusak sejumlah mobil yang melintas. “Saya ngelempar mobil tiga kali, di Gatsu dua kali tapi tempat berbeda, Biaung (By-Pass IB Mantra, red) sekali, seru,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, sebelumnya BM sendiri mengakui sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian. Ironisnya pencurian pertama yang ia lakukan merupakan perintah dari sang paman, adik dari bapaknya. “Awalnya disuruh mencuri hp, dapat hp dibawa sama paman, sementara saya dikasi uang seratus ribu, lalu paman saya itu kabur ke Bandung,” katanya.

Baca juga:  Tak Hanya Lempari Mobil, Komplotan ABG Juga Terlibat Pencurian

Aksi pencurian yang berujung ke kantor polisi ini, berdampak besar terhadap BM yang kala itu duduk di bangku kelas V salah satu SD di Denpasar. Terutama di sekolah, ia malah dibully, tidak hanya oleh teman sesama pelajar, namun oleh guru di sekolah tersebut.

“Kata guru waktu itu, anak-anak semua dengarkan bapak, dia (BM-red) anak nakal jangan deket sama dia, pulang saja sana, setelah dibegitukan ya saya pulang. Lalu seminggu setelah saya tidak sekolah, saya dicari ke rumah oleh guru, tak giniin gurunya ngapain saya sekolah mau maluin saya di sekolah lagi,” ucap BM.

Usai kejadian BM pun berhenti bersekolah hingga saat ini. Namun ditemui Selasa sore, BM mengaku ada niat untuk kembali menempuh pendidikan.

Tentunya di sekolah yang berbeda. Selain itu dia juga punya cita-cita menjadi seorang polisi. “Mau saya sekolah lagi, supaya besar bisa jadi intel (polisi-red),” katanya. (Manik Astajaya/balipost)