Ilustrasi. (BP/Suarsana)

Wakil  Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, Senin (2/3) lalu, mengakui pemerintah awalnya tertutup dalam hal kesiapan penanganan virus Corona di Bali. Namun sekarang, pemerintah akan lebih terbuka.

Pernyataan Cok Ace ini mendapatkan tanggapan netizen. Di akun Facebook @balipost, mereka mempertanyakan sejauh mana penyebaran virus ini berikut antisipasinya. Bagaimana tidak, selama ini pemerintah menyatakan Bali aman dari virus Corona. Namun, informasi mengenai segala hal yang berkaitan dengan dugaan kasus ini harus satu pintu sehingga ada kesan kurang transparan.

Yang menarik, di tengah wabah Corona, pemerintah seakan membukakan pintu bagi wisatawan mancanegara, meskipun non-Tiongkok. Sekarang netizen mempertanyakan apakah pemerintah masih mengambil kebijakan tersebut mengingat virus Corona sudah ditemukan di Indonesia.

Mereka meminta pemerintah transparan mengungkapkan perkembangan dan penanganan kasus ini. Lebih baik jujur sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin. Segera ambil tindakan, bahkan ekstrem sekalipun, demi keselamatan masyarakat Bali. Misalnya dengan membatasi akses masuk Pulau Bali.

Apa pun langkah pemerintah ke depan, publik ingin mengetahuinya dengan jelas, sehingga dapat menjadi acuan dalam bersikap. Demi keselamatan masyarakat, pemerintah tidak boleh menutupi informasi penting. Seperti lirik lagu yang dipopulerkan Broery Marantika dan Dewi Yull: Jangan Ada Dusta di Antara Kita.

Dek Putra

Harusnya dicegah dululah. Kalau sudah seperti ini siapa yang mau disalahkan, apalagi sudah positif kena di Bali satu orang WNA, seharusnya tamu jangan dikasih masuk dulu. Utamakan keselamatan masyarakat Bali, jangan utamakan keselamatan pariwisata. Mudah-mudahan saja tidak ada yang tertular.

Agus Maryana

Tutup penerbangan internasional Bandara Ngurah Rai, itu baru namanya tindakan preventif. Memang ekonomi akan lesu, tetapi lebih mending daripada diisolasi selama 2-3 minggu bahkan mati. Uang bisa dicari, nyawa tidak ada di minimarket bos!

Made Muliawan

Masalah Corona ditutup-tutupi. Yang terpenting income (pemasukan) karena nyawa tak berarti buat mereka.

Krishna Zaman

Minta tolong pariwisata tetap jalan tapi arus masuk tamu diperketat dalam pemeriksaan temperatur suhu badan setiap orang yang keluar-masuk bandara. Tambah fasilitas kesehatan dan personel di bandara dan tempat-tempat umum lainnya. Ayo kita bersatu padu melawan dan membentengi diri dari virus Corona. Jangan bilang fine-fine saja. Pencegahan itu penting, jangan mainkan isu atau main rahasia, kasihan rakyat.

Tut War

Maaf kalian boleh pakai becandaan di Indonesia, tapi di negara lain superketat. Satu orang positif, satu pulau menderita.

Ketut Andayana

Airport Ngurah Rai adalah sebagai pintu utama keluar-masuknya wisatawan. Akan tetapi penanganan masalah Covid-19 kurang begitu bagus karena Bali sudah disorot dunia akan usaha pemerintah Bali dalam upaya mengisolasi penanganan virus ini kepada wisatawan staying dan penumpang maskapai yang datang, pergi dan ataupun transit. Mencegah lebih baik daripada menanggulangi. Apabila kita terlambat dalam upaya penanganan, akan ada citra buruk pariwisata. Bali nantinya akan mengorbankan para pelaku wisata. Di mana 60% penduduk Bali bergerak di pariwisata. Mari kita galakkan pola hidup bersih agar terhindar dari penyakit membahayakan.

Baca juga:  Bertambah, Segini Jumlah Pasien Pengawasan COVID-19

Dewa Fanilly

Kita dipaksa dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit: mati dengan risiko atau mati dengan tidak bisa bertahan akibat perekonomian pariwisata yang kolaps. Tergantung kebijakan pemerintah pusat dan daerah sekarang. Tetap dibuka tapi dengan jaminan penjagaan dan pengecekan yang ketat di bandara, tentunya dengan didukung alat sensor virus yang canggih. Atau ditutup sementara tapi dengan solusi kebijakan penangguhan kewajiban masyarakat yang tidak bisa ditunda selama kondisi bencana virus ini terjadi seperti kredit-kredit usaha masyarakat yang telanjur sudah berjalan di perbankan, iuran-iuran kesehatan yang wajib dipungut per bulan atau BPJS bisa ditangguhkan juga. Kemudian, menjamin seluruh pelaku pariwisata yang bekerja di perusahaan-perusahaan/perhotelan agar tidak terjadi PHK besar-besaran. Jadi, mohon pemerintah jadi pelindung masyarakat dalam hal penangulangan bencana dan penanggulangan perekonomian di masyarakat. Semoga jeritan saya dan masyarakat bisa didengar para pejabat pemerintah yang berwenang. Salam rahayu untuk kita semua semoga situasi ini cepat berlalu.

Juni Doang

Itu katanya turis Jepang ada yang positif Corona di Bali. Kontak dengan karyawan hotel mana saja dan apakah karyawan hotel tersebut sempat bersentuhan dengan siapa saja mengingat lagi banyak odalan. Bagaimana ini Kemenkes dan Pemprov?

Anye Gede

Jalur laut atau pelabuhan laut juga penting ada alat pendeteksi suhu tubuh manusia karena di Indonesia sudah ada yang positif virus Corona.

Nick YgnineEjz

Biar sudah menyebar secara diam-diam dulu ke seluruh pelosok baru ada pengumunan darurat Corona, begitu maksudnya.

Adi Kusuma Bagus

Buah simalakama, buka pariwisata, takut mati kena virus Corona. Tutup pariwisata, takut mati kelaparan tidak punya uang untuk beli makanan.

Karang Arsana

Pemerintah lebih mengutamakan devisa daripada pariwisata. *

Sugama Komang

Mengerikan, bagaimana kalau di Bali sudah ada yang terjangkit tapi masih merajalela ke sana ke mari. Sungguh-sungguh mengerikan karena tidak ada keterbukaan.

Mardana Nyoman

Sebaiknya stop orang asing untuk sementara waktu masuk Bali. Cari aman dan sehat dulu. Kalau sudah normal, kita buka lagi.

Erik Sastrawan

Terlalu bergantung pada pariwisata, sektor pertanian dan UMKM masih bisa dikembangkan.

Nyoman AP Darsana

Alangkah baiknya tutup sementara akses pariwisata kedatangan dan keberangkatannya demi kesehatan kita bersama. Itu akan lebih baik dan lebih bijak. Pemerintah Bali harus berani mengambil sikap demi masyarakatnya. Lebih baik kita antisipasi dulu daripada terserang virus baru kita akan kelabakan untuk menangkapnya. Uang bisa dicari belakangan. Nyawa akan susah kita dapatkan atau beli dari negara manapun. *