Simulasi penanganan Corona digelar di RSUP Sanglah, Rabu (12/2). (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perayaan Galungan yang jatuh pada Selasa (18/2) hingga Kamis (20/2) tidak mempengaruhi layanan di RSUP Sanglah. RS terbesar di Bali ini juga tetap menyiagakan SDM untuk penanganan virus Corona.

Menurut Kabag Hukum dan Humas RSUP Sanglah, dr. Ari Duarsa pelayanan virus corona tetap berjalan seperti biasa. ”Tidak ada tambahan SDM. Layanan tetap dibagi tiga shift. Satu shift disiapkan lima orang perawat yang berjaga,” ujarnya.

Karena layanan rawat jalan libur selama tiga hari, maka jika ada pasien yang membutuhkan layanan kesehatan, akan diarahkan ke IRD RSUP Sanglah. Apabila ada kasus dugaan virus corona, lanjut Ari akan tetap ditindak seperti protap yang ada.

Jika pasien dugaan terinfeksi virus corona merupakan rujukan atau ada pemberitahuan lebih dahulu, sesuai protap langsung dibawa ke ruangan isolasi Nusa Indah dengan menggunakan ambulan. Jika pasien ”tertangkap” di IRD maka ditangani di ruangan isolasi IRD sebelum dibawa ke ruang Nusa Indah.

Untuk memberikan layanan bagi masyarakat selama Galungan, pihaknya telah menyiagakan SDM di IRD yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat dan tenaga non medis. Jumlah tenaga yang disiapkan tetap seperti jumlah hari-hari biasa.

Adapun tenaga spesialis yang disiagakan adalah tujuh dokter spesialis yaitu spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, spesialis anestesi, spesialis anak, spesialis obgyn, spesialis radiologi dan spesialis jantung. Sementara spesialis lain bersiap oncall. ”Untuk pasien rujukan terjadwal sudah diatur ulang jadwalnya. Begitu juga yang membutuhkan obat sudah diminta untuk mendapatkan obat sebelum Galungan. Sehingga diharapkan nanti yang datang selama Galungan adalah kasus rujukan atau kasus gawat darurat,” ujar Ari.

Layanan rawat jalan RSUP Sanglah akan kembali buka pada Jumat (21/2). (Wira Sanjiwani/balipost)

BAGIKAN