Arya Wedakarna berbicara dalam Rakerda Garda Bali. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mesin pemenangan Pemilu Arya Wedakarna (AWK) yang sukses mengantarkan salah satu putra terbaik Bali untuk sukses di Pemilu 2019 yakni Garda Bali menyelenggarakan Konfrensi Daerah dan Rapat Kerja Daerah Ke-1 Tahun 2020 di Wantilan Gedung DPRD Bali. Acara Konferensi dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pembina Garda Bali, Dr Shri Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III sekaligus Senator DPD RI utusan Bali.

Dalam sambutannya dihadapan kurang lebih 200 pengurus Garda dari 9 Kabupaten/Kota di Bali, AWK menyatakan bahwa generasi muda Bali harus memiliki wawasan politik yang handal mengingat pengetahuan politik akan ikut membantu eksistensi Bali dihadapan republik dan konstitusi. “Anggota Garda Bali harus memahami bahwa perjuangan agama Hindu di Indonesia dan juga Bali ke depan adalah terkait dengan eksistensi di bidang politik,” ujarnya.

Baca juga:  PDIP dan Arya Wedakarna Tak Terkejar

Bali, lanjutnya, tidakakan bisa bertahan hanya dengan ritual dan upacara adat semata. Tapi jika Bali ingin eksis, yang paling penting adalah Politik (Dharma) dan Kekayaan SDM (Artha). Sudah diajarkan dalam Catur Purusa Artha dan dalam kitab kitab Hindu Dharma juga sudah jelas mengajarkan tentang politik Satyagraha.

“Almarhum ayah saya, Shri Wedastera Suyasa bercerita saat menjadi Ketua PNI Bali di zaman Bung Karno sering diajak diskusi oleh Presiden Sukarno, termasuk saat ada rencana pendirian PHDI pada 1959 dan pembangunan Istana Tampaksiring. Saat itu, Bung Karno banyak bertanya tentang makna Tri Murti dan Trisakti pada tokoh agama Hindu di Bali dan akhirnya atas kepentingan bangsa yang lebih besar, Bung Karno memakai nama sansekerta yakni Tri Sakti untuk lebih menjelaskan makna Pancasila dan Marhaenisme,” sebutnya. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.