AMLAPURA, BALIPOST.com – Harapan masyarakat Dusun Butus, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem Karangasem untuk pembangunan jembatan di jalur pelintas kemungkinan besar akan dapat terealisasi tahun ini. Pasalnya, Pemerintah Karangasem melalui Dinas PUPR telah merancang anggaran.

Kepala Dinas PUPR Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa, Jumat (10/1) mengungkapkan, pembangunan jembatan di jalur pelintas ini memang jadi prioritas tahun ini. Sebab, jalur tersebut adalah satu-satunya akses masyarakat untuk melakukan aktivitas setiap harinya.

Termasuk, jalur anak-anak sekolah juga melewati jalan tersebut. “Untuk pembangunan jembatan, kita anggarkan Rp 5 miliar,” ucapnya.

Sutirtayana menambahan, untuk design jembatan yang dibangun nantinya, berupa konstruksi beton prategang sudah dirancang dan telah dilakukan review desain pada Januari ini. Kata dia, konstruksi itu dirancang seperti itu, karena sudah disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.

“Jembatan nanti, akan memiliki bentangan mencapai 30 meter. Di samping kiri dan kanan jembatan juga dibangun sayap jembatan. Ini untuk mengarahkan aluran air agar tak meluap ketika banjir. Termasuk dam pengendali (check dam),” jelasnya.

Baca juga:  Musim Hujan Tiba, Hati-hati Terjangkit 4 Penyakit Ini

Sementara, Kepala Dusun Butus, I Gede Ngurah Sudarmana menjelaskan, kondisi ini sudah terjadi setiap musim hujan. Karena, setiap turun hujan lebat jalur ini pasti tidak dapat dilewati karena air dar Gunung Agung sangat besar.

Kondisi itu, membuat aktivitas warga menjadi terganggu. Bahkan, dirinya kerap membentak para sopir truk akibat tidak dapat melintas ketika banjir.

Sudarmana mengatakan, jalur ini merupakan akses utama warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari aktivitas truk-truk mengangkut material galian melintasi jalan ini termasuk siswa yang hendak bersekolah juga lewat di sini. “Memang bisa melintasi jalur Uma Anyar. Tapi, disana akses jalannya kecil. Bahan, disana juga cukup membaya karena airnya disana juga besar. Ditambah banyak kerikil dan bebatuan yang dapat memicu lakalantas,” katanya.

Melihat kondisi itu, dirinya mewakili masyarakat Butus sangat mengaharapkan pembangunan jembatan. Karena, jembatan sangat diharapkan oleh masyarakat demi kelancaran akses lalulintas. “Saya hanya berharap jembatan. Karena, hanya jembatan yang mampu memecahkan persoalan ini. Dan saya berharap pembangunan jembatan bisa terealisasi tahun ini,” harap Sudarmana. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.