MANGUPURA, BALIPOST.com – Angin kencang diprediksi masih akan terjadi tiga hari ke depan. BMKG menyebut kecepatan angin bisa mencapai 40 Km per jam.

Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman, mengatakan untuk ketinggian gelombang laut, perairan Utara Bali berkisar 0,25- 2 meter, Selatan Bali 1-3 meter, Selat Bali 0,25 – 2 meter dan Selat Lombok 0,5-2 meter. BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari untuk terus waspada terjadinya tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan Utara dan Selatan Bali.

Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana, seperti pohon tumbang.

Aktifitas wisata bahari di kawasan Tanjung Benoa sempat dihentikan sementara karena cuaca ekstrem itu. Bahkan hampir semua aktivitas ditutup demi keselamatan wisatawan.

Baca juga:  Gempa 5,8 SR dan 5,2 SR di Sumbawa, Dirasakan di Bali

Pada Minggu (5/1), pengusaha wisata bahari juga masih was-was untuk beraktivitas. Seperti yang disampaikan Ketua Gahawisri Badung, Nyoman Wana Putra.

Ia mengatakan dihentikannya sementara aktivitas bahari di Tanjung Benoa, demi keselamatan. “Karena angin yang terlalu kencang, sehingga sangat berisiko,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, tidak hanya wahana seperti parasailing yang sangat berisiko, namun juga wahana lain. Hampir semua aktivitas di laut dihentikan sementara.

Ia mengatakan pengusaha wisata bahari tetap akan melihat situasi dan kondisi, serta mengikuti arahan dan informasi dari BMKG. “Kita tidak boleh gegabah, karena harus memperhatikan keselamatan wisatawan,” tegasnya.

Wana Putra mengatakan, pengusaha wisata bahari yang ada di Tanjung Benoa selama ini sangat memperhatikan anjuran dari BMKG. Tidak hanya itu, sebelum mulai beraktivitas, mereka selalu mengupdate info terkait cuaca. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.