
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pihak kepolisian siap siaga menyikapi cuaca ekstrem yang diprediksi terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Untuk di wilayah hukum Polres Badung, selain cuaca ekstrem, kondisi pohon yang berusia tua atau keropos juga jadi pemicu kasus pohon tumbang.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Selasa (11/11), menjelaskan, faktor lain memicu pohon rawan tumbang yakni sistem akar yang tidak maksimal atau pertumbuhan akar terhambat, tanah gembur karena hujan, erosi, lahan longsor, serta kemiringan lokasi tanaman.
“Contohnya pohon yang tumbang di daerah dengan kemiringan tinggi atau kondisi tanah lunak,” ujarnya.
Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, menurut Aiptu Ayu, Polres Badung telah melakukan berbagai langkah antisipatif dan preventif. Langkah tersebut terutama dalam upaya sosialisasi serta deteksi dini potensi bencana alam.
Pihaknya secara aktif memberikan imbauan kepada masyarakat melalui bhabinkamtibmas di setiap desa dan kelurahan agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya terkait ancaman banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Sosialisasi ini dilakukan baik secara langsung melalui tatap muka, maupun lewat media sosial, spanduk, serta kerja sama dengan pemerintah desa dan instansi terkait seperti BPBD dan TNI.
Selain itu, bhabinkamtibmas berperan penting dalam deteksi dini. Mereka rutin memantau wilayah binaannya, melaporkan setiap potensi kerawanan atau bencana, serta memberikan informasi cepat kepada polsek jajaran dan Polres Badung. Hal ini untuk memastikan langkah penanganan dapat dilakukan lebih awal dan tepat sasaran.
“Kami juga menyiagakan personel gabungan, termasuk Satsamapta dan Unit Lantas untuk membantu masyarakat bila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem. Prinsip kami jelas, Polri harus hadir, tanggap, dan cepat dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ungkapnya. (Kerta Negara/balipost)










