DENPASAR, BALIPOST.com – Kapolsek Denpasar Selatan (Densel) AKP Citra Fatwa Rahmadani merilis kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya pengunjung Kafe Jelita, I Gusti Made Suarjana alias Gung Monjong (51). Korban akhirnya tewas setelah sebelumnya sempat dirawat di RS karena kepalanya dibacok celurit.

Menurut Kapolsek, pemicunya karena korban menolak membayar karyawan kafe tersebut berinisial FM saat diajak berhubungan badan. “Saat di dalam kamar korban menanyakan berapa tarif yang harus dibayar. Setelah diberitahukan tarifnya Rp 150.000, tiba-tiba korban menodongkan sebilah pisau ke wajah wanita tersebut (FM). Korban sempat bilang tidak mau bayar pakai uang dan mau bayar pakai pisau. Itu kejadian hari Sabtu pukul 23.00 Wita,” ujar Kapolsek didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika, Selasa (13/10).

Baca juga:  Tahanan Polres Diduga Terlibat Sindikat Narkoba

Selanjutnya FM berontak dan keluar dari kamar untuk meminta pertolongan. Kebetulan saat itu pemilik kafe Imam Arifin (34) tidak ada di sana, tapi istrinya, Ovi Januar Ayu Mustika di TKP.

Ovi minta tolong kepada Cak Mat dan korban diajak keluar dari Kafe Jelita, Jalan Danau Tempe, Densel. Selanjutnya Ovi memberi tahu suaminya lewat WhatApps dan mengatakan ada orang yang mengancam FM menggunakan pisau. “Tersangka (Imam Arifin) bergegas ke Kafe Jelita dengan membawa celurit. Sesampai di kafe, tersangka menyimpan celurit tersebut di bawah meja operator,” ujar Citra Fatwa.

Setelah mendapatkan laporan ada kejadian itu, kata mantan Kasatlantas Polres Buleleng ini, pada Minggu (11/10) pukul 00.15 Wita, anggota Opsnal Reskrim dan Sabhara Polsek Densel tiba di tempat kejadian. Saat polisi sedang mengumpulkan informasi di TKP, korban berpapasan dengan Y. Paris Pratama Putra tak lain teman Iman Arifin.

Baca juga:  Direkonstruksi, Pelaku Penusukan Hingga Tewas di Gitgit Lakukan 27 Adegan

Korban beradu dada dengan Paris dan mereka pun adu mulut. Petugas dibantu warga berusaha melerai, tiba-tiba korban mengeluarkan pisau lipat dan langsung menusuk perut Paris.

Situasi memanas dan polisi berusaha merebut pisau dipegang oleh korban. Tidak terima Paris ditusuk oleh korban, tersangka Imam Arifin mengambil celurit dan langsung membacok kepala korban sebanyak 1 kali.

Korban langsung dibawa ke RS Bali Mandara dan karena lukanya parah dirujuk ke RSUP Sanglah. Pada Minggu pukul 12.00 Wita korban dinyatakan meninggal dunia.
“Tersangka ditangkap di tempat tinggalnya, Jalan Wirasatya Gang Biawak, Sidakarya, Denpasar Selatan. Untuk kasus penusukan Y. Paris tidak bisa dilanjutkan karena I Gusti Made Suarjana alias Gung Monjong meninggal dunia,” kata AKP Hadimastika.

Baca juga:  Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi di Kamar Kos, Usai Membunuh Tersangka Cium Kening Korban

Seperti diberitakan, kericuhan terjadi di salah satu kafe, Jalan Danau Tempe, Denpasar Selatan (Densel), Minggu (11/10). Dari kejadian tersebut seorang pengunjung, I Gusti Made Suarjana alias Gung Monjong (51) dibacok di kepala dan meregang nyawa di rumah sakit. Sebelum dibacok, Suarjana menusuk karyawan kafe, Paris (31). Sementara pembacok Suarjana, Iman Arifin ditahan di Polsek Densel. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.