Jalan di Butus kerap kebanjiran saat hujan deras melanda. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Setiap hujan lebat, jalan Dusun Butus menuju Pura Penataran Agung Nangka, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, dilanda banjir sehingga warga tidak melintasi jalur tersebut. Banjir kerap terjadi lantaran di kawasan tersebut terdapat aliran sungai dari Gunung Agung.

Kepala Dusun (Kadus) Butus I Gede Ngurah Sudarma mengatakan, hujan lebat yang terjadi Kamis (2/1), kembali memicu banjir bandang di Butus. Kondisi itu, membuat masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas karena debit air cukup besar. “Kalau sudah hujan, jalur ini sudah dipastikan dilanda banjir. Mengingat jalur ini perlintasan sungai,” ujarnya.

Tak hanya aktivitas warga yang terhambat, truk-truk pengangkut galian C juga tak bisa melintas sehingga harus mencari jalur alternatif. Terkait persoalan ini, pihaknya berharap pemerintah segera membangun jembatan agar warga tidak lagi memanfaatkan jalur yang rawan banjir. “Persoalan ini tidak akan pernah selesai kalau belum dibangun jembatan,” tegasnya.

Baca juga:  Politik, Bantaran Kali dan Pengelolaan Sampah

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karangasem I Ketut Prama Budarta menjelaskan, pembangunan jembatan di kawasan tersebut direncanakan dilaksanakan April tahun ini. Anggarannya Rp 5 miliar.

Prama menambahkan, selain membangun jembatan di Butus, pihaknya juga akan membangun jembatan lain di beberapa lokasi. “Kami juga akan membangun jembatan di Tukad Pengiriman Antiga, Tukad Apad Batudawa, Pura Tunggul Besi Dusun Temukus, Desa Besakih serta pembangunan jembatan di Subagan,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.