
NEGARA, BALIPOST.com – Warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, yang bermukim di bantaran Sungai Tukadaya mengeluhkan banjir yang kerap merendam rumah mereka saat musim hujan. Masyarakat mengharapkan pemerintah segera melakukan pengerukan sungai yang dinilai sudah mengalami pendangkalan.
Sedikitnya sekitar 15 rumah warga di kawasan padat penduduk yang berada di sisi Jalan Denpasar–Gilimanuk menjadi langganan genangan air. Setiap hujan deras turun, terutama di wilayah hulu Sungai Tukadaya, air sungai meluap hingga masuk ke permukiman dengan ketinggian lebih dari 1 meter.
Kelian Banjar Pebuahan, Kanzan mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun. Menurutnya, setiap curah hujan tinggi terjadi, warga di wilayah tersebut hampir selalu terdampak banjir akibat luapan sungai. “Sudah sering terjadi. Kalau hujan deras di hulu, rumah warga di sini pasti terendam,” ungkapnya, Rabu (7/1).
Kanzan menjelaskan, salah satu pemicu utama banjir adalah sedimentasi Sungai Tukadaya yang semakin parah. Selain itu, bentuk aliran sungai yang berkelok dan membentuk seperti huruf U membuat arus air mudah meluap ke kawasan permukiman yang berada di antara aliran sungai tersebut.
Pendangkalan dan aliran sungai yang berbelok mengelilingi rumah warga, menurutnya, membuat air cepat meluap. Upaya penanganan sebenarnya telah beberapa kali diusulkan warga. Kanzan menyebutkan, bersama pemerintah desa, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan alat berat untuk melakukan pengerukan dasar sungai. Namun hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi. “Sudah lama kami ajukan pengerukan, termasuk memohon alat berat, tapi belum berhasil,” katanya.
Warga berharap pengerukan Sungai Tukadaya segera dilakukan, terutama pada bagian sungai yang berdekatan dengan permukiman. Dengan normalisasi sungai, banjir akibat luapan air diharapkan bisa diminimalisir. “Walaupun sudah ada tanggul, tetap tidak mampu menahan air karena sungainya dangkal. Solusinya tetap pengerukan,” tegas Kanzan. (Surya Dharma/balipost)










