Proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat yang disidak Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Kamis (12/12). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri kecewa terkait pengerjaan proyek Puskesmas Selat beberapa waktu lalu. Orang nomor satu di kabupaten paling timur di Bali ini kembali kecewa dengan hasil pengerjaan proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat saat melakukan sidak, Kamis (12/12).

Mas Sumatri sampai membentak-bentak kontraktor lantaran pengerjaan pasar sangat terlambat. Untuk dapat menuntaskan proyek yang tinggal 15 hari lalu, Bupati minta kontraktor menambah 100 pekerja lagi.

Hasil pantauan di lapangan, masih banyak komponen yang belum diselesaikan dalam proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat. Bangunan baru terlihat pada fisik bawah dan penembokan. Lantai belum dipasang, beberapa sekat belum ditembok. Kerangka atap baru dipasang sebagian. Tembok penyengker pasar juga belum dibangun.

Menurut Mas Sumatri, progres pengerjaan proyek pasar baru mencapai 70,54 persen. Padahal batas akhir proyek tinggal 15 hari lagi tepatnya 27 Desember mendatang. “Kalau pengerjaannya lambat, kontraktor bisa menambah pekerja agar pembangunan bisa lebih cepat. Pengerjaan pasar ini wajib tuntas sesuai batas waktu kontrak yang disepakati,” ujarnya.

Bupati minta kontraktor menambah 100 orang pekerja untuk bisa menyelesaikan pembangunan tepat waktu. Pihaknya juga menyoroti masalah genteng mengingat Karangasem rawan bencana gempa bumi. “Genteng ini harus diganti. Kalau ini dipakai, bila ada gempa pasti berjatuhan,” jelasnya.

Baca juga:  Sidak Kafe, Belasan Pengguna dan Pengedar Narkoba Ditangkap

Kontraktor proyek, Restu Adi, mengakui pengerjaan proyek pasar sedikit terlambat. Hal ini disebabkan pembetonan memakan waktu lama. Minimal enam hari baru bisa dibuka corannya. “Di sana kami kehilangan banyak waktu,” ucapnya.

Pihaknya bakal mengikuti instruksi untuk menambah pekerja guna mempercepat proses pembangunan. Sekarang ini dilibatkan 100 pekerja yang dibagi menjadi dua shift. Masing-masing shift terdiri atas 50 orang.

Pengawas proyek I Wayan Noartawan mengatakan, kontraktor selama ini menghadapi persoalan keterlambatan material dan kekurangan tenaga. Pihaknya telah minta kontraktor melakukan penambahan apa saja yang kurang, tapi tidak ada respons. Salah satunya menambah tukang untuk menyelesaikan proyek.

Kadis Perindag Karangasem Ni Made Santikawati mengungkapkan, pihaknya sudah tiga kali mengalami keterlambatan progres pengerjaan. Ia telah mengingatkan kontraktor supaya menambah tenaga kerja, namun tetap mengalami keterlambatan. “Masih banyak yang belum dikerjakan, sedangkan kontraknya tinggal 15 hari lagi,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.