Suasana di PPN Pengambengan. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Produksi tangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan selama tahun ini mengalami peningkatan. Dibandingkan tahun lalu, sampai bulan Oktober ini total jumlah tangkapan ikan khususnya ikan Lemuru mencapai 6.955 ton (Januari-Oktober).

Total produksi ini melonjak dibandingkan periode sama 2018 yang hanya mencapai 252,1 ton.
Dari data yang dihimpun dari Kantor PPN Pengambengan, Kamis (28/11), secara global produksi tangkapan ikan nelayan di PPN Pengambengan melonjak dibanding tahun sebelumnya. Selain Lemuru, produksi tangkapan ikan yang naik di antaranya, ikan Layang dan ikan Tembang.

Ikan Layang naik dari jumlah produksi 2.680 ton, kini naik menjadi 3.231 ton. Sama halnya Ikan Tembang naik dari 180 ton menjadi 410 ton. “Trennya (produksi ikan) naik, dibanding tahun lalu ada peningkatan,” ujar Kepala Seksi Tata Kelola dan Pelayanan PPN Pengambengan, Bagus Sudananjaya.

Akan tetapi untuk ikan Tongkol dan Ikan Layur justru mengalami penurunan. Produksi ikan tongkol dari sebelumnya tahun 2018 sebanyak 4.622 ton kini menjadi 416,17 ton.
Sedangkan ikan Layur turun dari 40 ton menjadi 37 ton.

Baca juga:  Alat Berat Tenggelam di Proyek PPN Pengambengan

Ikan Lemuru merupakan salah satu ikan tangkapan unggulan para nelayan di Selat Bali selain ikan Tongkol. Ikan jenis Lemuru ini merupakan bahan baku Sarden. Harga jualnya juga cukup tinggi karena diserap pabrik-pabrik pengalengan ikan.

Namun sayangnya permintaan pabrik saat ini tidak terlalu banyak khususnya untuk kebutuhan sarden. Sejumlah penjual ikan ditemui kemarin mengatakan kebanyakan ikan-ikan tangkapan ini untuk pabrik tepung ikan. Sehingga harganya juga turun, tidak seperti untuk kebutuhan sarden. “Ya kebanyakan untuk tepung. Sisanya dijual keluar Bali. Sekarang permintaan (pabrik) terbatas,” ujar Ahmadi (45) salah seorang pelaku ikan.

Sementara itu dari pengamatan kemarin suasana di TPI PPN Pengambengan cukup ramai. Sejumlah perahu selerek maupun perahu jukung, nampak penuh isi ikan yang didominasi ikan Lemuru.

Saat seperti ini bukan hanya nelayan dan pembeli yang ramai. Ratusan warga yang bekerja dari sektor ini juga merasakan hasil. Mulai pedagang makanan minuman, buruh panol, blantik hingga sopir. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.