Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri serta membuka langsung Rapat Pleno Pekaseh se-Badung di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (28/11). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dalam upaya menyamakan persepsi dalam meningkatkan pembangunan di bidang pertanian, Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan menggelar Rapat Pleno Pekaseh se-Badung, Kamis (28/11) di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung. Rapat pleno yang dihadiri para Pekaseh, Kelian Subak Abian dan Penyuluh Pertanian ini membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan pertanian.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Badung serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, Camat, Perbekel/Lurah serta dari Universitas Dwijendra. Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta menyambut baik rapat pleno pekaseh se-Badung yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Melalui rapat pleno ini dapat sebagai wadah untuk mendapatkan masukan dari para pekaseh maupun kelian subak demi kemajuan sektor pertanian di Badung. “Melalui rapat ini pekaseh dan kelian subak akan menyampaikan program kegiatan dan potensi yang ada di lapangan. Ini akan menentukan arah kebijakan Kabupaten Badung berkaitan dengan subak yeh dan subak abian,” jelasnya.

Bupati juga memiliki komitmen tinggi di sektor pertanian. Pihaknya menargetkan pembangunan infrastruktur seperti terowongan termasuk Jalan Usaha Tani (JUT) dan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) yang sudah masuk dalam RPJMD Semesta Berencana 2016-2021 dipastikan tuntas di tahun 2021 nanti. Selain itu Bupati sangat memperhatikan kesejahteraan dari pekaseh, kelian subak abian dan pangliman dengan meningkatkan penghasilannya. “Ini komitmen kami dalam memajukan sektor pertanian sehingga subak betul-betul dijaga kelestariannya menuju masyarakat Kabupaten Badung yang maju, damai, sejahtera dan bahagia,” terangnya.

Baca juga:  Bupati Badung hadiri Peresmian Gedung Prakasa Rucira Garjita Polda Bali

Ia menginginkan mulai 2020 akan menjadikan salah satu subak menjadi subak lestari secara utuh, didalamnya akan ada kegiatan pertanian kontemporer, sehingga menjadi mampu mengkoneksikan antara pertanian dengan pariwisata.

Plt. Kadis Pertanian dan Pangan Badung yang diwakili Sekretaris, Ir. Made Mertayasa melaporkan, rapat pleno pekaseh merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sekali bagi para pekaseh dan kelian subak abian serta penyuluh pertanian untuk bertemu dan berdiskusi. Kegiatan ini juga ditujukan untuk membicarakan masalah internal organisasi, membahas isu-isu aktual yang berkaitan dengan kebijakan teknis pertanian, menyatukan visi dan pandangan antara para pekaseh dengan kebijakan pemerintah dan memberi saran serta masukan kepada pemerintah berkaitan dengan kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Badung.

Dijelaskan pula, meskipun masih terjadinya alih fungsi lahan, namun dalam tiga tahun terakhir, produksi pertanian khususnya padi terus meningkat. Tahun 2016 meningkat menjadi 3.500 ton dibandingkan 2015. Tahun 2017 meningkat 4.100 ton, 2018 juga meningkat 9.900 ton. “Mudah-mudahan di tahun 2019 terus meningkat. Ini bukti petani dan penyuluh pertanian mampu meningkatkan inovasi pertanian yang didukung oleh Pemkab Badung,” terangnya. (Adv/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.