Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden dan KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden RI tinggal menghitung hari. Pelaksanaan pelantikan tersebut tidak boleh ada hambatan dan aparat khususnya TNI siap menjaganya.

“Kami sebagai aparat harus amankan kegiatan tersebut. Tidak boleh ada hambatan,” tegas Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Selasa (1/10), usai melepas atlet Run For Bali yang akan keliling Pulau Dewata, Serka Dewa Gede Astawa di depan Makodam, Denpasar.

Aparat negara harus loyal kepada institusi. Seandainya ada gangguan, sudah ada upaya anitisipsi dan tindakan yang akan dilakukan. Tapi yang dikedepankan tindakan persuasif.

Kalau masyarakat tidak mau diajak persuasif, ada undang-undangnya mengatur terkait hal itu semua. “Apalagi masyarakat Bali, saya yakin paham betul aman dan stabilitas daerah menjadi jaminan kesejahteraan rakyat Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Pupuk Soliditas Lewat Olahraga Bersama

Ada kndikasi gangguan? “Untuk di wilayah saya (Bali, NTB dan NTT) masih aman dan kondusif. Semua itu ditopang pemahaman dewasa masyarakat untuk berdemokrasi,” ujarnya.

Pangdam mengungkapkan bahwa belum ada perintah dan permintaan anggotanya untuk BKO ke Jakarta dan Papua. “Untuk TNI standby di wilayahnya masing-masing. Untuk di Wamena, yang ke sana baru cadangan pusat, ada Kostrad dan lainnya. Mari kita doakan agar Wamena cepat aman dan kondusif,” tandas jenderal bintang dua di pundak ini. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.