DENPASAR, BALIPOST.com – Hubungan persahabatan Indonesia khususnya Bali dengan Tiongkok, sudah terjalin ribuan tahun. Itu dibuktikan dari catatan sejarah dan alkuturasi seni budaya.

Hubungan persahabatan itu perlu dipererat dan ditingkatkan. “Kita punya sejarah persahabatan yang begitu panjang. Karena itu kami butuh kerja sama atau kolaborasi seni budaya yang lebih intens ke depannya,” ujar Konjen RRT di Denpasar Guo Haodong saat jamuan makan malam dengan jurnalis Bali di Sanur, Selasa (3/9) malam.

Sebelumnya, sepuluh jurnalis Bali, NTB dan NTT diundang berkunjung ke Tiongkok, 24-31 Agustus 2019. Dalam konteks itu Unud sempat mengundang pakar atau peneliti Tiongkok, berbicara tentang alkuturasi budaya Indonesia, khususnya Bali dengan Tiongkok.

Pihaknya sebelumnya sempat mengundang pelukis Bali untuk pameran dan kolaborasi di Tiongkok. Sebaliknya, pihaknya sempat mengundang pelukis Tiongkok untuk pameran di Bali. “Setiap tahun saat perayaan Imlek, kami undang seniman seniman Tiongkok berkunjung ke Bali untuk menggelar budaya di Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Perayaan HUT Ke-69 RRT, Momentum Perkuat Persahabatan Tiongkok-Bali

Konjen sangat mengapresiasi kinerja jurnalis Bali, NTB dan NTT yang telah menulis banyak tentang Tiongkok saat berkunjung ke negeri Tirai Bambu itu.
Karena itu program kunjungan jurnalis ke Tiongkok akan dilanjutkan di masa masa mendatang.

Diakui, peran media begitu strategis dalam menjaga hubungan persahabatan kedua negara. Karena itu pihaknya juga berencana mengundang wartawan Tiongkok berkunjung ke Indonesia untuk memberitakan tentang Indonesia kepada warga Tiongkok.

Di sisi lain Konjen mengatakan pada 1 Oktober mendatang RRT merayakan HUT ke 70. Kaitan momen ini pihaknya memberi peluang kepada awak media untuk wawancara tentang Tiongkok dan perkembangannya. (Subrata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.