Kondisi kolam renang di Kelurahan Kubu, Bangli. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Keberadaan kolam renang di lingkungan pusat pendidikan Kubu yang merupakan aset milik Pemkab Bangli, terbengkalai selama bertahun-tahun. Pihak Kelurahan Kubu mempunyai keinginan untuk mengelola aset tersebut setelah nantinya berubah status menjadi desa.

Lurah Kubu Arya Wibowo dihubungi Rabu (12/6) mengungkapkan, terbengkalainya kolam renang tersebut sudah terjadi sejak lama. Terakhir kali kolam renang yang berada dekat sekolah Gurukula itu dikelola dan dimanfaatkan warga sekitar delapan tahun lalu, sebelum kemudian ditutup oleh pemerintah kabupaten.

Ia tak bisa menyebutkan secara pasti tahun berapa kolam renang itu dibangun pemerintah. Demikian juga soal apa yang menjadi masalah sehingga kolam tak dimanfaatkan lagi dan dibiarkan terbengkalai sampai sekarang. Menurutnya, jika saja kolam renang itu bisa dikelola dan dibuka untuk umum, banyak masyarakat yang datang ke sana memanfaatkannya. Hal itu tentunya akan mendatangkan pendapatan.

Sejatinya pihaknya mempunyai keinginan untuk mengelola aset milik pemerintah kabupaten tersebut, namun terbentur kewenangan yang terbatas. Karena Kubu berstatus kelurahan, pihaknya tidak bisa menerima hibah aset tersebut dari pemerintah kabupaten. “Kalau nantinya Kubu sudah berubah status menjadi desa, bisa kami ajukan untuk dapat hibah,” ujarnya.

Baca juga:  Jika Gunung Agung Erupsi, Sejumlah Desa di Bantaran Tukad Unda Ini akan Terdampak

Setelah nantinya diibahkan, rencananya pihaknya memanfaatkan dan menata kolam renang tersebut menjadi tempat wisata air. Ia yakin kolam renang ini akan ramai dikunjungi, terlebih lokasinya yang cukup strategis.

Pantauan beberapa waktu lalu, di areal tersebut terdapat dua unit kolam renang dengan ukuran cukup besar. Juga ada dua unit bangunan sebagai ruang ganti dan toilet serta dua unit bale bengong yang berada di sisi selatan dan utara kolam.

Meski kondisi bangunan kolam renang dan bale bengong masih cukup kokoh dan bagus, areal kolam renang tampak sangat kumuh dan tak terurus. Air kolam yang seharusnya jernih, kini berwarna cokelat kotor. Rumput dan semak liar terlihat tumbuh tinggi di sekitar kolam bahkan hingga menjalar ke dalam bangunan yang ada di bagian selatan kolam. Tak hanya itu, pintu pagar yang selama ini dikunci dengan gembok juga sudah mulai rusak dan jebol sehingga gampang dimasuki orang. Oleh beberapa warga, kolam tersebut dijadikan tempat memancing ikan. (Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.