Suasana pos pantau di Denpasar Timur. (BP/Ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah tiga hari pelaksanaan Perwali No 32 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Minggu (17/5), mulai menampakan adanya perbaikan pola penanganan warga yang melintas di kawasan perbatasan. Bila pada hari pertama terjadi penumpukan di pos-pos pantau, kali ini sudah terlihat tidak terjadi lagi.

Kondisi ini mendapat perhatian pula dari jajaran DPRD Denpasar. Pelaksanaan PKM perlu ada evaluasi untuk lebih menyempurnakan pelaksanannya.

Ketua Komisi I DPRD Denpasar, I Ketut Suteja Kumara yang dikonfirmasi mengungkapkan secara menyeluruh pelaksanaan PK sudah cukup baik. Hanya, beberapa memang perlu dilakukan evaluasi, agar tidak terjadi lagi penumpukan warga.

Terutama di saat petugas melakukan pemeriksaan. “Memang pelaksanaannya belum berjalan sempurna. Perlu ada perbaikan melalui evaluasi yang dilakukan, sehingga bisa berjalan baik,” ujar politisi PDI-P ini.

Pada hari ketiga ini, pemeriksaan di pos pantau masih tetap dilakukan petugas gabungan, yang terdiri dari Dishub, Satpol PP, Kepolisian, hingga pecalang. Pelaksanaan penjagaan dan pemeriksaan di Pos Biaung atau pos 6 di mulai pukul 09.00 Wita.

I Nyoman Jaya Putra selaku penanggungjawab Jaring Dandru Pleton 2 Wilayah Dentim mengatakan, pemantauan dilakukan untuk pengendara yang tidak bermasker. Untuk mengatasi penumpukan, pemeriksaan dilakukan secara random. “Kalau ada penumpukan dan padat kami lepas kendaraan dari arah timur. Dan kondisikan yang masuk areal pemeriksaan di pos. Kalau lalin landai arahkan sepeda motor khususnya ke pengecekan,” katanya.

Sementara itu, data di delapan pos perbatasan dengan penjagaan dari pukul. 07.30 Wita sampai Pukul 22.00 Wita hingga Sabtu (16/5) terdapat 410 orang diminta putar balik oleh petugas. Data tersebut terdiri dari 47 orang masyarakat tanpa masker, 361 orang tanpa tujuan jelas dan tanpa surat keterangan (suket), serta 2 orang masyarakat dengan suhu tubuh diatas 38 derajat celcius.

Di samping itu juga dilakukan rapid test terdapat 61 orang dilakukan rapid tes, 4 orang dengan tujuan mudik dan 12 orang pulang kampung.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan pelaksanaan Perwali PKM di setiap pos penjagaan pintu masuk Denpasar telah berjalan lancar. Di samping itu evaluasi terhadap giat penjagaan telah dilakukan.

“Pelaksanaan PKM jadinya kita mengetahui sampai saat ini masih banyak warga yang belum disiplin terutama dalam penggunaan masker untuk melindungi diri dan sesama. Sehingga mereka yang tidak menggunakan masker pada saat melintasi pos jaga pintu masuk otomatis diminta putar balik untuk mengambil atau membeli masker,” ujar Dewa Rai.

Dijelaskan bahwa evaluasi pelaksanaan hari pertama dan kedua pelaksanaan pos jaga telah dilakukan dan berjalan lancar serta tidak terjadi penumpukan kendaraan di pos penjagaan. Pelaksanaan hari kedua dan ketiga tidak terjadi penumpukan karena sistem penjagaan dan pemeriksaan telah dilakukan perubahan, serta kelengkapan APD petugas juga telah dilakukan.

Pemeriksaan dilakukan per fase, dimulai dari pemeriksaan motor dan dilanjutkan dengan pemeriksaan mobil. Penambahan petugas di setiap pos jaga. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.