Ilustrasi Pemilu. (BP/wan)

Pemilihan umum (pemilu) merupakan proses demokrasi yang diharapkan menghasilkan pemimpin bangsa yang bisa melanjutkan pembangunan di negeri ini. Karena, pembangunan tidak bisa dilakukan sepenggal-sepenggal lalu terhenti atau langsung berganti karena ada pergantian pemimpin. Siapa pun pemimpin yang terpilih, harus bisa membawa bangsa ini ke arah kemajuan.

Utamanya, dari sisi perekonomian menuju kesejahteraan. Berbagai lembaga internasional  telah memprediksi Indonesia bakalan menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat dunia pada 2030 nanti.

Sebuah prediksi tidak akan terwujud bila tidak ada perjuangan dan usaha yang dilakukan. Semua perjuangan dan usaha haruslah dilandasi rasa optimis berhasil mewujudkannya. Rasa optimis harus dibangun dan dibangkitkan dalam tiap pikiran anak bangsa untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk hal ini, diperlukan seorang pemimpin yang mampu menjadi motivator pembangkit semangat. Seorang motivator pastilah memiliki semangat dan rasa optimistis yang tinggi dalam dirinya. Tanpa memiliki kemampuan itu, dia tidak akan mampu menggerakkan masyarakat apalagi menggerakkan pembangunan.

Tugas-tugas penting yang menanti pemimpin bangsa ini untuk menggerakkan dan melanjutkan pembangunan, di antaranya menanggulangi kemiskinan sehingga pembangunan bisa dirasakan merata. Terkait hal itu, juga meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS dan penyakit menular lain, menjaga kelestarian lingkungan hidup. Termasuk menanggulangi berbagai penyakit masyarakat seperti narkoba dan korupsi yang sampai kini masih terjadi di masyarakat. Target pembangunan berkelanjutan ini tiada lain agar tidak ada lagi masyarakat yang ketinggalan dalam pembangunan. Baik dalam pembangunan fisik maupun mental spiritual.

Baca juga:  Memeratakan Kesejahteraan Penduduk NKRI

Untuk melaksanakan dan melanjutkan pembangunan, situasi politik pascapemilu jangan sampai malah memunculkan konflik yang berujung terciptanya krisis ekonomi apalagi krisis kemanusiaan. Siapa pun yang menjadi pemimpin bangsa ini, haruslah menjaga situasi politik dan keamanan tetap kondusif. Untuk hal ini, pemimpin harus selalu berusaha menyampaikan hal-hal positif dan rasa optimis. Ibarat dalam berperang, jika pemimpinnya sudah pesimis lebih dulu maka serdadu atau rakyatnya sudah lemah bahkan mati sebelum berperang. Jika kondisi sudah seperti ini, mungkinkah pembangunan bisa dilangsungkan atau dilanjutkan?

Berbagai indikator ekonomi makro maupun mikro yang disampaikan berbagai lembaga internasional, memang mengarah Indonesia bisa menjadi negara dengan kekuatan ekonomi besar di dunia. Rakyat yang besar merupakan modal utama pembangunan. Dengan catatan, diarahkan ke arah positif oleh para pemimpin dan motivator yang penuh jiwa optimis. Salah satu bukti yang telah diakui dunia, (anak muda) Indonesia telah memiliki 5 unicorn (start up dengan nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS) sampai 2019 ini.

Jumlah terbesar untuk kawasan Asia Tenggara. Bahkan, jumlah ini diprediksi akan terus meningkat sejalan dengan berbagai kreativitas dan inovasi yang dilakukan. Apalagi, pembangunan berbagai sarana dan prasarana untuk mendorong tumbuh kembangnya industri kreatif sebagai cikal bakalnya unicorn-unicorn terus dilakukan pemerintah. Mari berhenti saling membenci, menghujat, dan berkelahi sesama anak bangsa untuk bersatu melanjutkan pembangunan menuju Indonesia sejahtera lahir batin.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.