NEGARA, BALIPOST.com – Pascapelaksanaan pleno rekapitulasi Pemilu Presiden dan Pemilihan Legislatif di tingkat Kecamatan hingga Kabupaten di Jembrana relatif berlangsung aman. Meskipun selama pelaksanaan khususnya di beberapa Kecamatan seperti di Kecamatan Negara sempat tegang, namun hasil akhir sudah mencerminkan yang terjadi.

Keinginan para saksi-saksi peserta pemilu juga diakomodir dari pihak penyelenggara hingga dengan membuka kotak suara dan penghitungan ulang. Suhu politik yang relatif aman dalam pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Jembrana ini mendapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jembrana di sela-sela rapat di Kantor FKUB, belum lama ini menyampaikan apresisasi pelaksanaan pemilu damai sekaligus mengimbau umat beragama untuk tidak terprovokasi isu yang bisa memecah belah.

Ketua FKUB Jembrana I Komang Arsana didampingi tokoh agama lain mengatakan dengan tlah selesainya tahapan KPU Jembrana hingga rekapitulasi tingkat kabupaten, FKUB mengungkapkan apresiasinya. Menurut Ketua PHDI Jembrana ini, tahapan pemilu sudah berjalan secara transparan, jujur, adil dan demokratis.

Baca juga:  Pemilu di Klungkung, Sejumlah Persoalan Disorot Bawaslu

Meskipun dalam pelaksanaan, dalam rekapitulasi ada kendala, namun bisa diselesaikan dengan baik sesuai dengan mekanisme yang berlaku. “Kami apresiasi, pelaksanaan telah selesai dan kendala yang ada bisa diselesaikan tidak sampai berlarut,” ujar Arsana.

FKUB Jembrana secara bersama mengungkapkan syukur dan terima kasih pada masyarakat telah berpartisipasi dengan menggunakan hak pilihnya sehingga pemilu serentak 17 April dapat terlaksana dengan lancar dan aman serta damai. Setelah pelaksanaan pemilu di Jembrana yang sudah berakhir ini, masyarakat khususnya umat beragama di Jembrana diajak untuk merajut kebersamaan, persatuan dan kesatuan.

Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang menyebabkan perpecahan. “Lancarnya pemilu ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat, petugas KPPS, hingga petugas yang terlibat didalamnya, termasuk sinergitas TNI-Polri dalam melakukan tugas pengamanan di setiap tahapan Pemilu 2019,” pungkasnya. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.