Suasana puncak pujawali di Pura Kawitan lan Padharman Pusat Ida Bhatara Dalem Tarukan lan Ida Bhatara Putra I Gusti Gede Pulasari di Dusun Pulasari, Desa Peninjoan, Tembuku Rabu (10/4). (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Ribuan pemedek dari semeton Para Gotra Santana Dalem Tarukan silih berganti memadati areal Pura Kawitan lan Padharman Pusat Ida Bhatara Dalem Tarukan lan Ida Bhatara Putra I Gusti Gede Pulasari, di Dusun Pulasari, Desa Peninjoan, Tembuku Rabu (10/4). Para pemedek dari berbagai daerah tersebut datang ngaturang bhakti serangkaian upacara pujawali yang digelar di pura setempat.

Pakandel Pura Padharman Pusat Gr. I Komang Gede Suparta ditemui di sela-sela upacara mengatakan, pujawali di Pura Kawitan lan Pedarman Pusat Ida Bhatara Dalem Tarukan lan Ida Bhatara Putra I Gusti Gede Pulasari rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali yakni pada Buda Kliwon Ugu. Untuk upacara pujawali kali ini, persiapannya sudah mulai dilakukan sejak 29 Maret lalu oleh pakandel dibantu para pengayah dari kabupaten/kota di Bali.

Puncak upacara pujawali kemarin yang dilaksanakan dengan ngemargiang padudusan madya, catur murti, dan sanggar agung kapuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Tembau dari Geria Ageng Aan, Klungkung. Sesuai dudonan upacara, pujawali di Pura Kawitan lan Pedarman pretisentana Ida Bhatara Dalem Tarukan, akan berlangsung hingga Sabtu (13/4) mendatang.

Dijelaskan Suparta, Pura Kawitan lan Padharman Pusat Ida Bhatara Dalem Tarukan lan Ida Bhatara Putra I Gusti Gede Pulasari sudah berdiri sejak tahun 1399 masehi. Pura pedharman Pusat Ida Bhatara Dalem Tarukan ini merupakan pura penyungsungan sewarih Ida Bhatara Dalem Tarukan yang sejak tahun 1969 telah mempersatukan diri dalam wadah Para Gotra Santana Dalem Tarukan. Secara turun temurun Pura Padharman Ida kaempon oleh Pakandel sebagai pengemban mantri sesana dari Raja Gelgel sejak awal abad ke 15 sampai sekarang. “Pakandel terdiri dari 42 dadia dari tiga kecamatan. Satu dadia dari Kecamatan Banjarangkan Klungkung, 26 dadia dari Kecamatan Rendang, Karangasem dan 15 dadia dari Kecamatan Tembuku Bangli,” terangnya.

Baca juga:  Buda Kliwon Gumbreg, Pujawali Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes

Ditambahkannya bahwa hingga saat ini jumlah warih Ida Bhtara Dalem Tarukan mencapai 20 ribu kepala keluarga (KK). Para warih Ida Bhatara Dalem Tarukan tersebar di wilayah Bali dan beberapa provinsi di luar Bali. “Di Provinsi luar Bali, warih Ida Bhatara Dalem Tarukan paling banyak berada di NTB, Kendari, Makasar, Lampung dan Palu,” sebutnya.

Terkait pelaksanaan upacara Pujawali di Pura Kawitan lan Padharman Pusat Ida Bhatara Dalem Tarukan lan Ida Bhatara Putra I Gusti Gede Pulasari, Gr. Suparta selaku penglingsir berharap kepada seluruh semeton warih Ida Bhatara Dalem Tarukan dimanapun berada agar meluangkan waktunya untuk tangkil ngaturang bhakti. Pihaknya juga mengajak generasi muda warih Ida Bhatara Dalem Tarukan untuk proaktif belajar dan melanjutkan ayah-ayahan para penglingsir sehingga kedepannya tatanan pujawali dapat lebih sempurna dan satwika. “Melalui pujawali ini kami berharap bisa meningkatkan paiketan pasemetonan lebih baik dan bermanfaat,” harapnya. (dayu rina/Balipost)

 

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.