Tanah longsor akibat hujan deras menyebabkan 6 rumah di Desa Subuk rusak. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Cuaca buruk masih melanda Buleleng. Akibat hujan deras diikuti angin kencang, Sabtu (23/3) malam terjadi tanah longsor. Tercatat enam rumah warga di Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu rusak sedang dan berat.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hujan deras melanda Desa Subuk dan sekitarnya Sabtu (23/3) sekitar pukul 19.00 Wita hingga tengah malam. Ketika warga sedang beristirahat, tiba-tiba tanah longsor terjadi.

Diduga, tanah kebun yang terjal labil dan tidak kuat menahan gerusan hujan, sehingga longsor menimpa rumah yang tepat berada di bawahnya. Beruntung, pemilik rumah yang mengetahui kejadian itu lari ke luar rumah menyelamatkan diri.

Perbekel Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu, Ketut Suliada Kusana, Minggu (24/3) mengatakan, enam rumah warga yang rusak akibat tanah longsor itu masing-masing milik Gede Pasek, Manik, Gede Surya Wirawan, Made Sudi, Gede Bawa, dan Gede Tegeh. Satu dari enam rumah itu yakni milik Gede Pasek mengalami kerusakan paling parah. Rumah permanen yang selama ini ditempati rusak parah hingga menyisakan setengahnya saja.

Baca juga:  Tertimbun Longsor, Tembok Rumah Jebol

Sedangkan, sebagian ruangan rumahnya tertimbun tanah longsor. Sementara lima rumah lainnya pada temboknya jebol hingga tanah masuk ke ruang kamar.

Menurut Suliada, warga yang tertimbun tanah longsor lokasinya berada di bawah tanah terjal. Tanah yang terjal itu merupakan perkebunan dan ada irigasi persawahan.

Diduga karena volume air meningkat, tanah menjadi labil. Tanah itu pun akhirnya longsor dan menimbun hingga tembok rumah warganya jebol.

Terkait penanganan lanjutan, pemerintahan desa masih fokus membantu warga membersihan lumpur atau memperbaiki kerusakan lain. Ini dilakukan karena curah hujan masih tinggi, sehingga dirinya khawatir kalau terjadi tanah longsor susulan. “Kalau data keseluruhan kami belum tahu berapa kerugian, tapi kalau rata-rata kerugian material masing-masing rumah warga itu antara 7 sampai 15 juta rupiah. Kami masih mendata dan membantu untuk membersihkan lumpur, sehingga kalau hujan lagi paling tidak warga kami bisa berlindung dan tidak sampai ada korban jiwa,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.