Polisi saat mengevakuasi jasad korban yang tewas di dalam Mobil Bay Pass IB Mantra Jumat. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Warga digeger dengan temuan mayat di dalam mobil Ford Ranger di By Pass IB Mantra Desa Lebih pada Jumat (1/2). Korban diketahui bernama Nengah Sagog.

Belum diketahui pasti apa penyebab pria 64 tahun asal Buleleng ini meninggal. Hingga saat ini, kasus tersebut masih ditangani Polsek Kota Gianyar.

Diketahui Jumat pagi pukul 08.00, pemilik warung lesehan, Udayani (49) awalnya membuka warungnya. Sejak semula, pemilik warung sudah menaruh curiga dengan sebuah mobil yang parkir di depan warungnya.

Anehnya mobil itu parkir menepi di kanan badan jalan atau di jalur cepat. Hingga Jumat siang sekitar pukul 14.30 wita, seorang pembeli belanja sekaligus menanyakan keanehan pada mobil yang parkir di kanan jalan.

Sempat terbersit jika mobil berwarna putih itu mogok dan ditinggalkan pemiliknya, karena lampu sen terus menyala. Nah usai makan, pembeli itu pun mencoba mengecek kondisi di dalam mobil. Ia pun kaget karena menemukan orang dalam mobil itu dengan posisi tertidur.

Baca juga:  Ini Kesaksian Ahli Hukum Pidana Terkait Dugaan Korupsi Mantan Hakim    

Dari temuan itu warga setempat lantas menghubungi polisi. Tak berselang lama, petugas kepolisian dikomando Kapolsek Gianyar, Kompol Ketut Suastika tiba di lokasi kejadian. “Begitu mendapat laporan polisi langsung ke TKP,” ucap kapolsek Kota Gianyar, Kompol Ketut Suastika, SH.

Dikatakan korban yang sudah kaku kemudian dibawa ke RSUD Sanjiwani. Pihaknya belum mengetahui penyebab kematian korban.

Atas kejadian itu, Polsek Kota Gianyar kemudian menghubungi Polsek Busungbiu untuk memastikan pihak keluarga korban sesuai identitas yang ditemukan. “Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Apa ada riwayat sakit. Sampai saat ini pihak keluarga belum datang,” ujar Kapolsek Kota Gianyar. (Manik Astajaya/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.