Wisatawan mengunjungi Kerta Gosha, Klungkung. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Desa wisata menjadi salah satu modal pemerintah daerah membangun era baru pariwisata. Di Bali, desa pun berlomba-lomba mengemas potensi desanya sebagai daya dukung desa wisatanya.

Namun, motor penggeraknya yakni Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), lambat dibentuk, sehingga membuat pengembangan desa wisata terkesan jalan di tempat. Situasi itu menjadi perhatian Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, saat mendatangi langsung Kantor Dinas Pariwisata Klungkung, Rabu (30/1).

Kabid Sumber Daya Pariwisata, Tjokorda Gde Romy Tanaya, S.Sos mengatakan, sesuai Perbup Nomor 2 Tahun 2019, telah ditetapkan sebanyak 18 Desa Wisata. Sembilan desa wisata berada di Klungkung daratan dan sembilan lainnya berada di kepulauan Nusa Penida.

Dari 18 desa wisata tersebut saat ini baru terbentuk sembilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sejumlah desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata pun diakui belum mengalami perkembangan.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan warga tentang pariwisata serta belum terbentuknya Pokdarwis yang merupakan ujung tombak pengolaan desa wisata. Kepada desa wisata yang belum membentuk Pokdarwis, pihaknya akan segera mendorong desa wisata untuk membentuknya.

Wabup Kasta mengingatkan Dinas Pariwisata untuk senantiasa mengevaluasi keberadaan desa wisata di Klungkung, baik di daratan maupun di Nusa Penida supaya tidak mati suri. Semua Desa Wisata supaya didorong untuk segera membentuk Pokdarwis sebagai ujung tombak pengelolaan desa wisata.

Baca juga:  Desa Candikuning

Selain Dinas Pariwisata, desa terkait juga diminta proaktif menyusun Pokdarwisnya, sehingga potensi desa itu tergarap sesuai dengan semangat desa itu sendiri dalam mengembangkannya. “Desa yang sudah bersemangat bentuk Pokdarwis, tolong agar difasilitasi,” kata Wabup Kasta.

Desa lainnya di Klungkung, saat ini sedang berupaya menjadi desa wisata. Seperti Desa Akah, Kecamatan Klungkung, sudah menargetkan siap menjadi desa wisata pada 2020.

Desa Akah dengan sejumlah objeknya diharapkan dapat mengikuti jejak desa wisata lain yang sudah mampu berkembang. Perbekel Desa Akah Nyoman Sujati saat dikonfirmasi, membenarkan pihaknya sedang merancang desa wisata.

Desa Akah memiliki sejumlah objek yang potensial untuk dikembangkan sebagai wisata spiritual. Objek tersebut di antaranya Goa Panji Landung, Pura Beji sebagai tempat penglukatan, histori Makam kuno Dadong Guliang, serta jalur bersepeda dan tracking menyusuri tepi sungai dan pelosok desa.

Wabup Made Kasta yang juga merupakan warga dan sekaligus tokoh di desa tersebut, berharap Desa Wisata Akah akan dapat terwujud di 2020. Untuk mendukung program ini, Wabup Kasta telah membentuk Komunitas Peduli Desa Akah (KOMPAK). Komunitas yang melibatkan sekaa Truna ini, nantinya akan terus bergerak menggali potensi desa wisata. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.