Suasana palebon ibunda Sekda Kota Denpasar yang digelar Jumat (4/1). (BP/ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Upacara pitra yadnya digelar keluarga besar Puri Jambe Celagigendong, Denpasar bertepatan dengan rahina Sukra Wage Wuku Kuningan atau rahina penampahan Kuningan, Jumat (3/1) kemarin. Yadnya tersebut merupakan penghormatan terakhir bagi alm. Jero Raga yang merupakan ibunda Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara.

Pelebon ibu dengan 9 anak ini yang mengambil tempat di Setra Agung Badung, Denpasar ini dipuput Ida Pedanda Putra Beluwangan. Sejak pagi tampak keluarga, kerabat dan masyarakat di Banjar Cemerlang (Celagigendong, Gelogor, Pameregan, dan Alangkajeng) datang silih berganti guna mempersiapkan palebon wanita asal Br. Kedua, Peguyangan
ini.

Dengan menggunakan bade dan lembu putih, iring-iringan palebon beranjak menuju Setra Agung Badung, Denpasar tepat pukul 12.00 wita. Suara angklung, kidung dan baleganjur menambah khidmat jalanya upacara diriingi Baris Ketekok Jago.

Manggala Karya A.A. Ngurah Oka Wiranata yang merupakan putra bungsu almarhum mengatakan, rangkaian palebon ini telah dilaksanakan sejak 28 Desember 2018 lalu yang diawali dengan nyiramin, dilanjutkan upacara ngeringkes dan manah toya ning pada tanggal 2 Januari, disusul 3 Januari 2019 dilaksanakan upakara praline pering, pada saat puncak karya palebon dimulai sejak pagi hari yang diawali dengan ngutang pering, dan dilanjutkan puncak karya palebon yang dipuput oleh Ida Pedanda Putra Beluwangan.

Baca juga:  "Palebon" Ida Pedanda Gde Ketut Keniten Digelar 12 Januari 2018

Sedangkan untuk tedun layon di puri dan di tunon dipuput oleh Ida Pedanda Griya Tegal. Oka Wiranata mengatakan bahwa seluruh perlengkapan sarana dan prasarana karya telah didukung oleh krama Banjar Cemerlang. “Kami berterimakasih kepada semua pihak utamanya krama Banjar Cemerlang yang telah menyukseskan karya palebon ibunda kami ini,” paparnya.

Sementara, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mengatakan bahwa pihaknya sangat berterimakasih kelancaran jalanya prosesi pelebon sang ibunda. “Kami keluarga besar mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam kehidupanya ibu kami ada kekuruangan, serta terimakasih kepada masyarakat yang telah membantu lancarnya karya pelebon ini,” paparnya. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.