Pemedek saat ngaturang sembah bhakti saat Puncak Pujawali Purnama Kelima di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir pada Rabu (24/10). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kendati Gunung Agung masih berada di level III (Siaga), akan tetapi tidak menyurutkan niat pemedek untuk tangkil ngaturang bhakti pada Puncak Pujawali Purnama Kelima di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir pada Rabu (24/10). Itu bisa dilihat dari banyaknya pemedek yang tangkil ke pura yang berada sekitar 1 sampai 2 km dari puncak Gunung tertinggi di Bali itu.

Penyanggra Piodalan, I.G.B.A Sutedja, mengatakan, pelaksanaan puncak pujawali berjalan dengan lancar. Kata dia, hari ini telah dilakukan upacara ngaturang pakelem ke puncak Gunung Agung yang diikuti sebanyak 138 pengayah.

“Mereka sejak pukul 10 (Selasa red) sudah mempersiapakan segala yang bakal di bawa naik ke puncak. Mereka makemit di sini. Dan berangkat ngaturang pakelem 02.00 Wita. Semua pengayah sudah turun dan semuanya selamat sampai ke bawah,”ucapnya.

Sutedja menambahkan, pemedek yang tangkil untuk melakukan persembahyangan cukup banyak. Kendati, kondisi Gunung Agung masih berada di level III (Siaga), akan tetapi hal itu tidak menyurutkan niat masyarakat untuk tetap datang ngaturang bhakti. Jadi, bagi umat se-dharma yang hendak tangkil untuk bersembahyang dipersilakan. Dan dihimbau supaya tetap waspada dengan situasi gunung yang belum sepenuhnya normal.

Baca juga:  Pura Luhur Giri Kusuma

“Bagi warga masyarakat yang hendak sembahyang kita persilakan. Sedangkan untuk bhakti pengayar dari masing-masing kabupaten/kota di Bali dimulai besok (hari ini red). Untuk itu, kita minta semua masyarakat yang tangkik senantiasa selalu memohon kepada ida hyang widhi wasa yang beristana di Gunung Agung supaya memberikan ketenangan, kenyamanan dan kelancaran saat ngaturang bhakti,”ujarnya.

Sementara itu, seksi publikasi dan komunikasi Pura Pasar Agung, I Wayan Suara Arsana, dengan situasi Gunung Agung saat ini, memang sedikit mempengaruhi jumlah pemedek yang tangkil.

“Pujawali bakal kasineb pada 4 November mendatang. Jadi masih ada waktu umat hindu yang hekdak melakukan persembahyangan kesini,”jelas Suara Arsana. (eka prananda/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.