Sawah di Desa Kelating, Kerambitan memasuki musim panen. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Target tanam di Tabanan tahun 2018 dimana periode tanamnya Oktober 2017-Maret 2018 dan April 2018-September 2018 terealisasi sebesar 95 persen. Capaian target tanam yang tinggi ini disebabkan adanya musim hujan yang cukup panjang sehingga hampir semua luasan lahan baku tanam bisa ditanami padi.

Berdasarkan data, luas baku tanam di Tabanan adalah 21.089 hektar. Target tanam untuk periode Oktober 2017 hingga Maret 2018 adalah 20.924 hektar. Target ini tercapai 20.766 hektar atau 99,24 persen.

Sementara untuk periode tanam April 2018 hingga September 2018 dengan luas baku tanam yang sama, ditetapkan target tanamnya adalah 19.771 hektar dan realisasinya adalah 18.220 hektar atau 91,23 persen. Jika ditotal, target tanam di tahun 2018 untuk Tabanan adalah 40.895 hektar dengan realisasi 38.986 hektar atau sekitar 95 persen.

Kepala Bidang Peningkatan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan, Wayan Suadra, Senin (22/10) mengatakan realisasi target tanam di tahun 2018 melebihi target tanam di tahun 2017 yang mencapai sekitar 80 persen saja. “Realisasi tahun 2018 lebih tinggi karena
musim hujan lebih panjang dibandingkan tahun 2017,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada tahun 2017 dikarenakan pada musim kemarau panjang menyebabkan banyak petani yang melakukan tunda tanam karena menunggu ketersediaan air. Hal yang berbeda terjadi di tahun 2018 dimana saat periode tanam April- September, hujan masih turun meski pada April harusnya sudah memasuki musim kemarau sehingga ada beberapa petani yang melakukan penanaman padi alih-alih palawija. “Karena ketersedian air yang cukup, ada petani yang menanam padi tiga kali dalam satu tahun. Harusnya jika mengikuti musim penanaman padi dua kali setelahnya palawija,” jelas Suandra.

Baca juga:  PTSL di Bali Ditarget Rampung 2019

Hal ini bisa dilihat dari data periode tanam Oktober 2017-Maret 2018 dimana dari 10 Kecamatan yang ada di Tabanan, ada empat kecamatan yang realisasi tanamnya melebihi 100 persen yaitu Kediri dengan capaian 103,93 persen, Baturiti dengan capaian 112,60 persen, Penebel dengan capaian 131,99 persen dan Pupuan dengan capaian 122,91 persen.

Sementara untuk periode tanam April 2018 hingga September 2018 juga ada empat kecamatan yang melebihi 100 persen untuk target tanamnya yaitu Selemadeg Barat dengan capaian 135,32 persen, Selemadeg dengan capaian 106,13 persen, Kediri dengan capaian 100,42 persen dan Baturiti dengan 217,44 persen.

Capaian yang melebihi 100 persen ini dijelaskan Suandra karena musim hujan yang panjang, menyebabkan petani bisa kembali menanam padi untuk ke-3 kalinya atau lahan yang biasanya tidak bisa ditanami pada musim kemarau, karena adanya ketersediaan air menjadi bisa ditanami padi. “Target tanam dalam suatu daerah ada perhitungannya mulai dari ketersediaan air, luas lahan yang potensial untuk bisa digarap dan persyaratan lainnya. Jika ada air, tentu lahan bisa ditanami padi,” ujarnya. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.