TKP penemuan orok beberapa waktu lalu. Jajaran Polsek Banjarangkan, Klungkung berhasil menemukan pelaku yang membuang dan menetapkan dukun sebagai tersangka. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kasus temuan orok di saluran irigasi Subak Penasan, Dusun Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan telah muncul titik terang. Setelah sebelas hari melakukan penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Banjarangkan akhirnya menemukan perempuan yang menjadi pelaku aborsi, KDG (19) yang merupakan warga desa setempat.

Selain itu, polisi juga menahan kekasihnya, I Wayan DA (18). Pemuda asal Dusun Selat, Desa Banjarangkan ini masih berstatus sebagai mahasiswa salah satu sekolah pariwisata.

Pengembangan terus dilakukan pihak kepolisian. Terungkap dalam melancarkan aborsinya, ada keterlibatan dukun asal Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Ni Wayan A. Ia pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan informasi, KDG sempat dua kali diantar ke tempat praktek dukun 70 tahun ini dan perutnya diurut.

Kapolsek Banjarangkan, AKP. Luh Wirati membenarkan soal penetapan dukun itu sebagai tersangka, namun belum ditahan lantaran masih menjalani pemeriksaan. Pihaknya pun belum bisa membeberkan lebih dalam terkait tindakan aborsi itu. “Besok (hari ini-red) akan dirilis. Disampaikan mendetail,” jelasnya, Minggu (9/9).

Baca juga:  Kepergok Nyopet di Pasar, Perempuan asal Lombok Diamankan Polisi

Khusus untuk KDG, sebutnya masih menjalani perawatan di RSUD Klungkung akibat menderita infeksi. Pengungkapan kasus yang mengejutkan warga ini dikatakan tak lepas dari dukungan masyarakat maupun Satuan Reserse Kriminal Polres Klungkung.

Seperti berita sebelumnya, orok tersebut ditemukan 27 Agustus lalu, pertama dilihat Kepala Dusun Penasan, I Made Parwata sekitar pukul 08.00 Wita. Ketika ia mengantar istrinya, Wayan Srijani ke sawah hendak memetik bunga. Sesuai hasil pemeriksaan, panjang orok perempuan itu 25,5 centimeter dan berat 600 gram. Diperkirakan umurnya lima sampai enam bulan. Sempat dilakukan tes DNA untuk mengungkap identitas orangtuanya, sebelum akhirnya dikubur. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.