Pedagang pakaian yang menempati sejumlah kios di obyek wisata Penelokan, Kintamani. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Sejumlah pedagang mengungkapkan kebingungannya menjelang akan dilakukan pengerjaan proyek penataan kawasan penelokan, Kintamani, Bangli.

Saat ditemui di Penelokan, beberapa pedagang mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu sempat ada pemborong yang turun ke lokasi terkait rencana pengerjaan proyek tersebut. Dikatakan bahwa pengerjaan proyek penataan di Penelokan akan segera dimulai dalam waktu dekat.

“Katanya sudah akan segera dipasangi patok,” kata salah seorang pedagang makanan yang menempati kios di Penelokan, Wayan Adi Ratna.

Akan tetapi meski pengerjaan proyek penataan di Penelokan akan segera dimulai, Ratna dan pedagang lainnya mengaku belum mendapat arahan apapun dari dinas terkait. Termasuk mengenai rencana relokasi pedagang selama proyek berlangsung.

Pedagang asal Desa Batur Tengah ini mengaku dirinya masih bingung mencari tempat berjualan saat nantinya proyek penataan mulai dikerjakan. Jika dipindah ke areal Pasar Seni Geopark, pedagang kemungkinan tidak mungkin mau.

Alasannya, selama ini pedagang yang mengais rejeki di obyek wisata Penelokan sudah punya kelompok dan wilayah sendiri-sendiri. Masing-masing kelompok sepakat tidak boleh berjualan di luar wilayahnya.

Contoh, dirinya yang selama ini berjualan di Penelokan tidak boleh berjualan di areal pasar seni Geopark, demikian juga sebaliknya.  “Kalaupun nanti harus dipindah ke Pasar Seni, sepi di sana. Jarang ada tamu yang kesana,”ujarnya.

Baca juga:  Pasar Tukadaya Sepi Pedagang

Sementara Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bangli Made Ari Pulasari Minggu (19/8), mengatakan bahwa sudah ada pemenang dari lelang proyek penataan Penelokan. Pemenang tender sudah ditetapkan pada Kamis lalu (16/8). Nilai proyek yang ditawar pihak rekanan yakni Rp 12.697.970.688,01.

Ari Pulasari mengaku pihaknya akan secepatnya melakukan rapat dengan Disparbud selaku leading sektor proyek itu. “Senin ini kita akan rapat. Kita akan buat surat perintah pelaksanaan pekerjaan. Setelah itu kita akan serahkan pemenangnya ke PPK di dinas. Nanti dinas yang akan membuatkan kontrak,” terangnya.

Diupayakan pengerjaan proyek yang akan memakan waktu selama empat bulan kedepan tersebut bisa di mulai secepatnya. Mengingat di lokasi proyek terdapat berbagai aktifitas baik masyarakat maupun usaha, Ari Pulasari mengharapkan dinas terkait dapat segera bergerak untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pelaksanaan proyek tidak terhambat.

“Dalam rapat nanti kita juga akan minta PPK segera bergerak berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti PLN, masyarakat, termasuk pengalihan arus lalu lintas. Karena dalam pengerjaan proyek akan ada alat berat, material, kemungkinan arus lalu lintas nanti dialihkan,” jelasnya. (dayu rina/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.