BANGLI, BALIPOST.com – Keberadaan pergola di pintu masuk menuju obyek wisata Penelokan, tepatnya berada di jalur utama Sekardadi-Penelokan, Kintamani terbengkalai dan tak terurus. Kondisi itu disoroti dari kalangan legislatif.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pergola untuk menaruh tanaman tersebut cukup megah. Namun sayang, setelah diamati lebih dekat, taman yang mengapit jalan kondisinya justru sangat mengecewakan. Rumput ilalang tumbuh subur.

Tak hanya di Penelokan saja, pergola yang tak dimanfaatkan dengan maksimal juga nampak berjejer sampai persimpangan jalan Kintamani-Bangli. Bahkan, ada beberapa tiang pergola sudah keropos dan ada yang nyaris tumbang.

Baca juga:  Korban Jiwa COVID-19 Masih Bertambah, Tapi "Recovery Rate" Lebih Tinggi dari Nasional

Wakil Ketua DPRD Bangli I Nyoman Basma mengaku prihatin dengan kondisi itu. Ia menilai perhatian Pemkab Bangli hanya fokus pada kawasan Penelokan. Sementara, taman di pintu masuk yang merupakan pencitraan awal sebuah obyek, kondisnya justru sangat memprihatinkan. “Bagaimana bisa membuat pengunjung tertarik untuk datang, baru kesan pertama saja kondisinya sudah demikian,” ungkapnya.

Basma meminta pemkab segera mengambil tindakan soal mangkraknya pergola itu. “Kita harap pihak terkait yang membidangi agar secepatnya bisa memperbaiki pergola yang rusak dan hampir roboh serta bisa dimaksimalkan untuk diisi tanaman hias untuk memperindah pemandangan,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Karena Ini, Pemkab Bangli Kesulitan Data PMI yang Pulang
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *