I Komang Pariartha. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem yang melanda Bangli beberapa hari terakhir membuat SMPN 6 Kintamani memutuskan untuk kembali ke sistem pembelajaran daring. Sekolah yang berlokasi di Desa Bayung Gede itu kembali melaksanakan proses belajar mengajar secara online sejak Jumat (15/3).

Kepala SMPN 6 Kintamani Wayan Mustapayasa mengatakan kebijakan belajar daring diambil pihaknya karena mempertimbangkan keselamatan siswa di tengah cuaca ekstrem. Kata dia, banyak siswa yang mengaku khawatir dengan bencana pohon tumbang akibat angin kencang.

Terutama siswa yang mendapat giliran belajar shift kedua. “Karena yang shift kedua ini kan belajarnya sampai jam 6 sore. Banyak siswa yang takut pulang karena jam 3 di Desa Bayung dan sekitarnya sudah hujan dan angin kencang. Di samping itu, lingkungan belajar yang dingin membuat suasana jadi tidak nyaman,” terangnya.

Baca juga:  Siswa Mengungsi Dimintai Biaya Sekolah¬†

Karena dasar itulah pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Komite dan memutuskan untuk mengambil kebijakan belajar dari rumah atau daring selama dua hari dari Jumat (15/3) sampai Sabtu (16/5). “Kebetulan juga ada arahan dari Disdikpora agar satuan pendidikan mempertimbangkan siswa yang berasal dari wilayah yang rawan bencana atau terdampak cuaca ekstrem. Dari itu kami berembug dan meminta persetujuan pihak komite untuk melaksanakan belajar daring,” jelasnya.

Baca juga:  Penglipuran Kembangkan Hutan Bambu Jadi Destinasi Wisata

Tidak menutup kemungkinan pembelajaran daring akan diperpanjang jika cuaca ekstrem masih melanda. “Kami lihat situasi,” ujarnya.

Mustapayasa mengatakan tidak ada kendala yang dihadapi siswa maupun guru dalam kegiatan pembelajaran daring. Karena sebelumnya pembelajaran daring sudah pernah diterapkan saat pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

Sementara itu Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli I Komang Pariartha dikonfirmasi membenarkan bahwa sehubungan adanya cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir pihaknya mengirim edaran ke seluruh satuan pendidikan. Pihaknya meminta kepada satuan pendidikan untuk mengantisipasi timbulnya akibat yang tidak diinginkan yang bisa mengancam keselamatan warga sekolah terutama siswa.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Sepekan, Puluhan Gangguan Listrik Dilaporkan

“Apabila tidak memungkinkan dan cuaca sangat buruk agar sekolah dapat memberikan pertimbangan dispensasi kepada siswa untuk tidak ke sekolah atau terlambat ke sekolah. Kami serahkan ke sekolah untuk antisipasinya. Termasuk belajar dari rumah,” kata Pariartha. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *