Pelabuhan Padangbai dipenuhi kendaraan dan penumpang yang hendak menyeberang ke Lombok. (BP/kmb)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Padangbai memperpanjang penutupan dermaga rakyat sampai 29 Juli mendatang. Penutupan dermaga penyeberangan menuju Pulau Gili Trawangan itu dilakukan karena cuaca di Selat Lombok dinilai membahayakan bagi kapal-kapal cepat yang melayani rute tersebut.

I Komang Sarjana dari KSOP Padangbai mengatakan penutupan dermaga rakyat mengacu pada rekomendasi BMKG bahwa di Selat Lombok berpotensi terjadi gelombang antara 0,5 sampai 2 meter. Semua operator kapal cepat yang melayani jalur pariwiata Padangbai-Gili Trawangan diharapkan dapat mematuhi rekomendasi tersebut demi keselamatan pelayaran.

Cuaca buruk juga berdampak terhadap aktivitas penyeberangan Padangbai-Lombok. Kemarin, terjadi antrean panjang kendaran dan juga penumpang karena aktivitas pelabuhan terhenti. Nyaris tidak ada kapal yang berlayar dan juga melakukan bongkar muat.  Kapal fery yang melayani rute Padangbai-Lembar memilih parkir di kawasan Pantai Labuan Amuk di sebelah timur Pantai Padangbai.

Manager Operasional ASDP Padangbai, I Wayan Rosta, mengatakan, sejak Selasa (24/7) pukul 22.00 sampai pukul 14.00 kemarin baru ada lima kapal yang berangkat. ‘’Cuaca tidak bersahabat, kita tak berani ambil resiko,’’ ungkapnya.

Baca juga:  Kondotel 3000 Kamar Akan Dibangun Dekat Pura Geger

Para calon penumpang terutama sopir truk sembako hanya bisa pasrah. Beberapa sopir yang sepertinya sudah bosan bahkan sempat terlibat adu mulut dengan petugas pelabuhan karena urusan tiket. Sopir truk, IB Putra Susila, yang mengangkut buah apel, mengaku sudah ngantre sejak Selasa sore. ‘’Kalau sampai tiga harian begini, apel impor yang saya angkut mungkin sudah busuk,’’ keluhnya.

Sementara itu, meski ombak cukup besar, Pantai Tanah Ampo tetap dikunjungi para pemancing. Mereka mencoba memancing ikan dari atas dermaga pelabuhan kapal pesiar. Berbeda dari biasanya, Pantai Tanah Ampo kemarin dijejali kapal-kapal feri yang melayani rute Padangbai-Lembar. ‘’Kalau tidak salah, kondisi seperti ini sudah terjadi sejak empat hari lalu,’’ ungkap salah seorang pemancing. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.