Kuota
Stok elpiji 3 kg. (BP/dok)

NEGARA, BALIPOST.com – Menjelang sejumlah Hari Raya, sejumlah masyarakat Jembrana kesulitan memperoleh gas elpiji ukuran 3 Kilogram (kg). Selain di kawasan kota, masyarakat pesisir di Kecamatan Negara mengaku kesulitan memperoleh bahan bakar gas untuk memasak sehari-hari itu.

Seperti yang diungkapkan Alfina Laila (28), salah seorang warga di Desa Pengambengan, Negara. Ibu rumah tangga ini Senin (11/6) mengatakan sudah empat hari ini kesulitan memperoleh gas elpiji melon itu. Padahal kebutuhan bahan bakar itu untuk memasak menjelang hari raya itu sangat dibutuhkan. “Saya sudah keliling ke banyak warung pengecer, untuk gas melon itu stoknya habis,” terang Indayani, warga lainnya.

Kendatipun ada, harga yang ditawarkan jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gas jenis tersebut.  Beberapa warga terpaksa mencari gas tersebut langsung ke salah satu pengepul di Kota Negara serta SPBU yang juga menjual.

Baca juga:  Senderan Pengaman Sungai Tukadaya Ambrol

Sementara salah satu pengecer gas melon di Pengambengan, Watik mengaku hingga kemarin belum mendapatkan pasokan sejak beberapa hari belakangan ini. Sejatinya dirinya sudah mencoba menghubungi para pedagang yang biasanya menyuplai gas tetapi tidak ada jawaban. Bahkan di sejumlah pengecer lainnya mengaku sudah sepekan ini tidak mendapatkan pasokan.

Kondisi serupa juga dirasakan di sekitar Desa Batuagung dan Dangintukadaya. Bahkan bilapun mendapatkan gas itu, harganya lebih dari Rp 16 ribu per tabung.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi Jembrana Made Budhiartha dikonfirmasi terkait kelangkaan gas 3 Kilogram ini mengaku akan melakukan pengecekan. Gas elpiji menggunakan tabung 3 kg masih dicari masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah. Masih jarang yang menggunakan gas pink (bright gas) 5,5 kilogram. (surya dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.