Pemkab memantau proyek peningkatan ruas Jalan Batumadeg-Sebuluh, Nusa Penida, Rabu (6/6). Pelaksana diminta untuk bekerja sesuai aturan. Tidak diinginkan pengerjaannya molor. (BP/adv)

PROYEK peningkatan jalan, khususnya di kepulauan Nusa Penida mendapat atensi dari Pemkab Klungkung. Mengingat sangat penting untuk mendukung aksesibilitas masyarakat dan berkontribusi dalam peningkatan perkonomian, Penjabat Sementara Bupati, I Wayan Sugiada meminta pengerjaannya tidak ada yang molor. Hal tersebut terungkap saat sidak ruas jalan Batumadeg-Sebuluh, Rabu (6/6).

Kepala Inspektorat Provinsi Bali ini menemukan perbaikan jalan belum sesuai dengan yang tertuang dalam kontrak. Fakta tersebut membuatnya terlihat kecewa. Ditegaskan, pelaksana harus mematuhi aturan yang berlaku. Kendala-kendala yang dialami harus segera dicarikan solusi. Bukan justru didiamkan, seolah menyerah dengan keadaan. “Sekarang saya minta apa langkah dari pelaksana. Harus ada pernyataan secara tertulis. Jangan sebatas lisan. Karena itu tidak bisa dipertanggungjawabkan kalau ada pemeriksaan,” katanya.

Disampaikan lebih lanjut, proyek tersebut menelan anggaran yang cukup besar. Pengawasan harus dilakukan secara intensif oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. “Pengawasan harus dilakukan dengan baik. Kalau ada kendala, langsung carikan solusi. Supaya cepat selesai,” ungkapnya.

Kepala Inspektorat Klungkung, I Made Seger juga turut berkomentar.  Alasan keterlambatan pengerjaan karena kesulitan mendapatkan solar untuk bahan bakar truk pengangkut material dinilai tak elok. “Katanya kesulitan dapat solar dari empat hari lalu. Sedangkan sebelumnya tidak bekerja juga,” geramnya. Dijelaskan, pengerjaan proyek yang tak tepat waktu berpotensi menurunkan kualitas. Ini sangat rentan terjadi. “Kualitas harus jadi perhatian,” tegasnya. Arahan itu pun siap ditindaklanjuti pelaksana.

Baca juga:  Jelang Perayaan Nyepi, Pelabuhan Tribhuana Dipadati Warga

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman, I Ketut Suayadnya menjelaskan tahun ini ada sekitar 30 kilometer jalan yang tersentuh perbaikan dengan anggaran Rp 29,7 miliar. “Anggarannya ada dari APBD, dana alokasi khusus, dan bantuan keuangan khusus,” jelasnya.

Sesuai data terakhir, panjang jalan di kepulauan The Blue Paradise Island itu 229 kilometer. Sekitar 30 persen diantaranya masih tergolong rusak, dengan rata-rata ringan. “Itu diluar yang diperbaiki tahun ini. Mudah-mudahan paling lambat dua tahun lagi sudah tuntas. Pada sidak tersebut, turut juga Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, I Wayan Wasta, dan Kabag Pembangunan, I Gusti Ngurah Agung. (adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.